Dukung Helmi Hasan di Pilgub, 3 Waka DPC Gerindra Kota Bengkulu Mengundurkan Diri

Dukung Helmi Hasan di Pilgub, 3 Waka DPC Gerindra Kota Bengkulu Mengundurkan Diri
Cagub Bengkulu Helmi Hasan Bersafari di Bengkulu Selatan. ©2020 Merdeka.com
NEWS | 21 Oktober 2020 11:41 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pengunduran diri Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Bengkulu, Dedy Wahyuditernyata berbuntut panjang. Tidak hanya Ketua Pengurus Cabang (PC) Tunas Indonesia Raya (Tidar) Kota Bengkulu, Tommy Yusriyadinata yang mengikuti jejak Dedy, beberapa petinggi Gerindra Kota Bengkulu juga ikut mengundurkan diri.

Nopian Fitri, Masrizal, dan Donny Osmond yang sama-sama menduduki posisi sebagai Wakil Ketua DPC Gerindra Kota Bengkulu serempak menyatakan mengundurkan diri dari Partai Gerindra. Hal ini menyusul keputusan Partai Gerindra yang mengusung mantan terpidana korupsi Agusrin Najamuddin dalam Pilgub Bengkulu 2020.

3 waka dpc gerindra kota bengkulu mengundurkan diri
3 Waka DPC Gerindra Kota Bengkulu Mengundurkan Diri ©2020 Merdeka.com

"Benar, tidak ada alasan lagi untuk tetap bertahan di Partai," buka Donny bertindak sebagai juru bicara.

"Kami ikut sikap ketua (Dedy Wahyudi)," sela Nopian.

Nopian dan Masrizal sebelum bergabung di partai Gerindra memiliki latar belakang sebagai pengusaha. Selain dikenal sebagai pengusaha gas, Nopian juga merupakan owner pada perusahaan travel. Sedangkan Masrizal, owner sekaligus direktur perusahaan Bengkulu vision

Lebih lanjut Donny menjelaskan, bahwa pengunduran diri mereka sudah melalui pertimbangan yang mendalam. Selain sebagai Waka DPC, dirinya mengundurkan diri juga dari jabatan Waka di DPD Satria Provinsi Bengkulu.

"Kini saatnya, waktu buat kami ikut menentukan sikap. Bagi kami loyalitas persahabatan itu di atas partai. Kami sami'na wa atho'na pada ketua, menyusul sikap ketua, mundur," tegas Donny.

3 waka dpc gerindra kota bengkulu mengundurkan diri
3 Waka DPC Gerindra Kota Bengkulu Mengundurkan Diri ©2020 Merdeka.com

Untuk diketahui, aksi mundur pengurus dan kader partai Gerindra merupakan respon dari keputusan DPP partai yang sebelumnya mengusung pasangan calon (Paslon) Agusrin M Najamudin dan Imron Rosyadi, sebagai calon Gubernur (Cagub) dan wakil gubernur (Wagub) pada Pilgub 2020.

Dedy Wahyudi, Plt Wali Kota Bengkulu lebih dulu mundur karena setia kawan untuk mendukung Helmi Hasan menjadi Gubernur Bengkulu.

Donny, mantan aktivis 98 dan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mengaku, secara pribadi dirinya memiliki perbedaan sikap dan pandangan dengan partai usai perhelatan pemilihan Presiden (Pilpres).

"Pasca Pilpres, bergabungnya Gerindra dalam kabinet, saya paksa untuk merasionalkan dan menerima sikap partai," ungkapnya.

Menurutnya, partai berulang kali menunjukkan sikap inkonsistensi. "DPP mengusung Gibran di pilwalkot Solo, Partai mendukung Undang-undang cipta kerja, sulit nalar dan hati ini untuk bisa menerima," sesalnya lagi.

Salah seorang koordinator wilayah tim Sahabat dan Relawan Helmi Hasan pada kontestasi Pilgub ini mengaku, keputusan DPP mengusung Paslon pada Pilgub yang berbeda dengan pandangan dirinya.

"Sistem sentralistik partai mengindahkan penjaringan aspirasi rakyat di daerah. Undang-undang mengamanahkan partai mengusung, bukan bakal calon yang datang meloby, sehingga, keputusan DPP dalam mengusung Paslon pada Pilgub Bengkulu, sulit untuk bisa pahami dan diterima oleh sisa idealisme. Ini momentum dan waktu yang tepat untuk mundur," pungkas Donny.

Kontributor: Roymond (mdk/hhw)

Baca juga:
Helmi Hasan Komitmen Sejahterakan Petani, Warga Batik Nau Teriakan Coblos Jenggotnya
Demi Dukung Helmi Hasan, Ketua Tidar yang Juga Waka DPC Gerindra Mengundurkan Diri
Ustaz Orange Ajak Jemaahnya yang Ada di Provinsi Bengkulu Dukung Helmi-Muslihan
Kampanye di Kecamatan Nasal, Muslihan DS Tawarkan Solusi Jalan Provinsi yang Rusak
Safari ke Kelam Tengah, Cawagub Bengkulu Muslihan DS Komitmen Makmurkan Masjid
Gugatan dikabulkan, Agusrin Najamudin Jadi Peserta Pilgub Bengkulu

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami