Edy bahas revolusi martabat, Djarot cuma tahu revolusi mental

Edy bahas revolusi martabat, Djarot cuma tahu revolusi mental
edy-ijeck dan djarot-sihar. ©2018 Merdeka.com/yan muhardiansyah
POLITIK | 5 Mei 2018 19:55 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Debat publik pertama Pilgub Sumut 2018 antara pasangan nomor satu Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dan pasangan nomor dua Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus digelar di Medan, Sabtu (5/5). Dalam pengembangan visi misi, Edy dan Musa mengedepankan revolusi yang bermartabat.

"Bagaimana mengimplementasikan eksistensi hutan dan masyarakat adat dapat dikembangkan dan tidak dipersulit?" tanya moderator kepada pasangan nomor satu.

"Mengikutsertakan ketua adat di daerah. Kita mengenal hukum positif dan adat. Hutan jelas sudah diatur. Hutan lindung dan hutan produksi tak boleh diganggu. Yang mengganggu jelas melanggar hukum. Hukum tak boleh tajam ke bawah tapi tumpul ke atas," jawab Edy.

Pasangan nomor dua menanggapi jawaban Edy.

"Bagaimana implementasi revolusi bermartabat? Implementasinya bagaimana? Yang saya tahu revolusi mental," kata Djarot.

"Di Humbahas, Hutan Kemenyan masih hidup dan bermanfaat. Mungkin seperti itu revolusi martabat," tambah Sihar.

"Ketua adat yang paling tahu daerahnya. Hutan ini paru paru dunia. Kalau hutan itu keperluan semua makhluk hidup," jawab Edy. (mdk/ded)

Baca juga:
Edy ingin tingkatkan kualitas, Djarot pilih perampingan struktur ASN
Terkait berantas korupsi, Sihar sebut atasan harus bersih terlebih dahulu
Djarot ajak publik pantau pengelolaan anggaran, Edy bentuk tim awasi kebocoran APBD
Djarot sebut warga Sumut keras tapi jadi manis & baik jika bisa ambil hatinya
Soal Tapanuli, Sihar tak setuju adanya pemekaran provinsi di Sumut

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami