Elektabilitas Jokowi bisa merosot jika lawan pakai politik identitas

Elektabilitas Jokowi bisa merosot jika lawan pakai politik identitas
Jokowi kampanye di Ponpes Al Baghdadi. ©2014 merdeka.com/imam buhori
POLITIK | 20 Desember 2017 22:46 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Lembaga Populi Center membuat survei terkait tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam 3 tahun terakhir. Ternyata dari hasil survei, 70 persen masyarakat disebut puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi-JK.

Peneliti Populi Center Nona Evita mengatakan tren kepuasan yang tinggi itu berbanding lurus dengan keterpilihan Jokowi di Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

"Berkaitan dengan Pemilu Serentak, kemudian ada pertanyaan apakah rapor kepuasan ini berbanding lurus dengan keterpilihan Jokowi? Ya berbanding lurus," kata Evita di Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Selasa (20/12).

Namun, Evita menilai tren elektabilitas Jokowi bisa stagnan bahkan merosot jika lawan politiknya memakai politik identitas. Kondisi ini tergambar di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 lalu.

Jelang Pilgub DKI, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Basuki T Purnama dan Djarot Saiful Hidayat sangat tinggi. Sayangnya, karena lawan politik memainkan politik identitas, Ahok-Djarot akhirnya kalah dengan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

"Tapi elektabilitas bisa jadi stagnan apalagi menurun karena politik identitas dimainkan terus menerus. Dan yang memainkan siapa, adalah orang-orang yang memiliki kepentingan," ujarnya.

Untuk itu, Evita menyarankan Jokowi dan partai pendukungnya untuk lebih gencar melakukan sosialisasi atas capaian kinerja yang telah dilakukan kepada masyarakat.

"Caranya pemerintah jangan hanya puas dengan kinerja baik, kinerja baik tapi juga harus mensosialisasikan lagi, sehingga masyarakat tahu pemerintah sudah mencapai target ini dan ini," ucapnya.

Diketahui, survei Populi Center dilakukan pada selama bulan Oktober dengan melibatkan 1.200 responden. Metode survei yang digunakan yakni metode multistage random sampling. (mdk/bal)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami