Empat Alasan Peta Suara Jokowi di Pilpres 2019 Berubah dari 2014

POLITIK | 20 November 2018 21:04 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, menyebut ada beberapa faktor yang menyebabkan pemetaan suara capres petahana Joko Widodo beda saat 2014. Karding yakin raupan suara di 2019 ini bakal lebih besar.

Poin pertama adalah bagaimana Jokowi meratakan pembangunan tidak cuma di daerah-daerah dia menang.

"Daerah yang kalah dan menang tetap dibangun sesuai kebetuhan dan perencanaannya yang sudah ada, sehingga banyak hasil-hasil pembangunan yang bisa dinikmati oleh daerah-daerah tersebut, semisal daerah Jawa Barat, Sumatera Barat, kemudian daerah Riau, Gorontalo, dan seterusnya," ungkap Karding kepada wartawan, Selasa (20/11).

Kedua adalah faktor kepala daerah yang makin banyak memberikan dukungan. Karding mengatakan, hal itu terjadi karena selama 4 tahun ini Jokowi menguatkan hubungan pusat dan daerah.

"Sehingga secara pribadi mereka banyak yang menyatakan dukungan hampir seluruh provinsi lebih dari 70 persen sampai 80 persen kepala daerah mendukung pak Jokowi baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota," jelasnya.

Faktor koalisi yang makin besar juga menambah kepercayaan diri kubu petahana. Apalagi Golkar dan PPP berada dalam koalisi Jokowi, yang pada 2014 menjadi lawan.

"Pada pilpres kali ini, jumlah koalisi kami lebih banyak daripada tahun lalu tentu ini menjadi suatu catatan karena dari sisi jumlah caleg saja itu tentu bertambah, bayangkan setiap partai memiliki 17-18 ribu caleg yang bisa menjadi tim yang otomatis menjadi timnya pak Jokowi," kata Karding.

Politisi PKB itu juga menyebut relawan menjadi komponen penting dalam pemenangan. Menurutnya, di Jakarta saja ada 700 orang relawan yang siap memenangkan Jokowi.

"Jadi ini salah satu potensi yang bisa kita menangkan apalagi tentu kita tidak akan tinggal diam kami akan menyasar habis daerah-daerah yang dulu pak Jokowi kalah, kami akan melakukan treatment-treatment dan kerja-kerja keras yang kira-kira membalik dukungan sedemikian rupa agar memberi dukungan kepada pak Jokowi," kata Karding.

Baca juga:
Timses Jokowi Nilai Ucapan Sandi 'Gemes Ekonomi Melemah' cuma Caper
PKS: SBY Mau Turun Kapanpun Kampanyekan Prabowo Kami Gembira, Asal Jangan Mei
Datangi Pasar Wonosobo, Sandi Bilang 'Beneran Gemes, Ekonomi Makin Berat'
Soal Isu Harga Sembako, Sandiaga Bilang 'Yang Cerita Bukan Kami, Tapi Ibu-ibu'
Kampanye ke Daerah, Sandiaga Lebih Banyak Ditanya Isu Ekonomi daripada soal HAM
Sandiaga Bersyukur SBY Bakal Kampanyekan Prabowo Jelang Pencoblosan
Timses Sebut Jokowi ke Pasar Pastikan Harga, Bukan Jawab Sandiaga

(mdk/lia)