Fadli Zon Minta Praktik Dugaan Jual Beli Jabatan Kementerian Diusut Tuntas

POLITIK | 28 Maret 2019 12:45 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengomentari adanya dugaan praktik jual beli jabatan di kementerian lain selain Kementerian Agama. Menurutnya jika memang ada indikasi jual beli jabatan di kementerian lain perlu diusut tuntas.

"Kalau misalnya memang ada satu indikasi-indikasi mendekati kenyataan saya kira ini perlu ada suatu hal yang diselidiki saya rasa ini berkaca dari apa yang terjadi kementerian agama dan kalo ini kemudian terjadi juga di kementerian-kementerian lain saya kira ini perlu ada pengusutan," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/3).

Dia mengatakan, adanya jual beli jabatan bisa berbahaya bagi kinerja suatu kementerian. Alasannya karena belum tentu orang yang melakukan jual beli jabatan tersebut memiliki kompetensi yang baik.

"Jual beli jabatan itu terkait dengan orang-orang yang mungkin tidak punya kompetensi atau bermasalah mereka bisa duduk di jabatan yang penting mengambil keputusan ini menurut saya akan membahayakan di kementerian tersebut," ungkapnya.

Jika orang kementerian tidak memiliki kompetensi, lanjut Fadli, juga akan berpengaruh pada pelayanan masyarakat. Dia menjelaskan, pelayanan masyarakat bisa menjadi tidak maksimal.

"Sehingga pelayanan terhadap masyarakat akan berkurang, kebijakan-kebijakannya akan bias dan saya kira itu dijadikan tempat untuk mencari juga proyek dan sebagainya karena dia membeli jabatan itu," ujarnya.

Diketahui, Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Sofian Effendi melaksanakan praktik jual beli jabatan hanya terjadi di Kementerian Agama (Kemenag). Menurut dia, saat ini ada 13 kementerian dan lembaga yang tengah membahas Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) terkait praktik tersebut.

"Sekarang ini ada 13 kementerian dan lembaga yang sedang menjalani pemeriksaan KPK," kata Sofian di Kantor Staf Kepresidenan Jakarta, Rabu (27/3).

Baca juga:
KPK Periksa Staf Ahli Menag Terkait Suap Romahurmuziy
Tak Percaya 'Nyanyian' Romahurmuziy, AHY Siap Bela Khofifah
Kasus Rommy, Sekjen Kemenag Dicecar KPK soal Proses Promosi Jabatan
KASN Duga 90 Persen Kementerian & Lembaga Negara Lakukan Praktik Jual Beli Jabatan
Sebelum Terjadi OTT KPK, KASN Mengaku Sudah Peringatkan Sekjen Kemenag
KPK Telusuri Proses Duit Pelicin Jual Beli Jabatan ke Romahurmuziy

(mdk/fik)