Fadli Zon Nilai Hasil Survei Charta Politika Tak Kredibel

POLITIK | 26 Maret 2019 13:00 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Fadli Zon enggan ambil pusing dengan hasil survei Charta Politika yang menyatakan elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf lebih unggul dari Prabowo-Sandi. Menurut dia survei tersebut tidak kredibel.

"Ya survei-survei itu seperti saya sering katakan itu tak kredibel, mereka itu merupakan klien dan punya hubungan dengan paslon, kecuali mereka mengatakan independen," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/3).

Dia mengatakan lembaga survei saat ini telah menjadi predator bagi demokrasi di Indonesia. Karena, kata dia, kebanyakan lembaga survei bekerja untuk kepentingan seseorang.

"Jadi mereka dibayar menjadi konsultan politik dan yang dikerjakan itu adalah survei, jadi survei ini satu manipulasi, karena mereka bekerja untuk keuntungan, bukan bekerja secara independen," ungkapnya.

Fadli melanjutkan, hasil perhitungan lembaga survei juga banyak yang meleset dari hasil akhir pemilu. Hal itu, lanjutnya, terbukti dari hasil survei pemilihan gubernur beberapa waktu lalu.

"Lembaga-lembaga survei seperti ini sudah susah dipercaya, dan kegagalannya sudah banyak, di Pilkada DKI, Pilgub Jabar, Pilgub Jateng, menurut saya survei-survei ini sampah lah," jelasnya.

Diketahui, lembaga survei Charta Politika Indonesia, hari ini, merilis hasil penelitian yang terbaru, salah satunya tentang elektabilitas pasangan capres dan cawapres. Hasilnya, Jokowi-Ma'ruf masih unggul dengan angka 53,6 persen dan Prabowo-Sandi 35,4 persen.

Selain merilis hasil survei terbaru, Charta Politica juga menyajikan hasil ekstrapolasi elektabilitas terhadap kedua pasangan calon. Ekstrapolasi merupakan prediksi hasil akhir terhadap kedua paslon tanpa undicided voters atau pemilih yang belum menentukan pilihan. Hasilnya pasangan Jokowi-Ma'ruf tetap unggul. "Ketika dilakukan ekstrapolasi, Jokowi-Ma'ruf menghasilkan perolehan suara 60,2 persen Sementara Prabowo-Sandi 39,8 persen" ucap Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya.

Baca juga:
Jelang Pencoblosan, Aceh dan Sumatera Barat Jadi Zona Merah Jokowi
BPN Sayangkan Jokowi Tak Sebut Nama Anies saat Peresmian MRT
Ketua MK Siap Hadapi Gugatan Sengketa Pemilu 2019
Siang Ini, Bawaslu Gelar Sidang Putusan Kasus Pelanggaran Pemilu Mendes PDTT
Ma'ruf Amin Kampanye di Yogya dan Jateng, Jaga Suara Biar Tidak Masuk Angin

(mdk/fik)