Fadli Zon: Prabowo Paling Tidak Suka Diarah-arahkan

POLITIK | 28 Maret 2019 14:49 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres-cawapres Prabowo-Sandi, Fadli Zon menegaskan, tak ada rekayasa dalam momen Prabowo memeluk dan mencium seorang nenek bernama Inaq Irah saat kampanye di NTB, Selasa (26/3) lalu. Apalagi, Prabowo disebut beri uang Rp 500 ribu pada nenek tersebut, Fadli membantah keras.

"Enggak ada, saya kira nggak ada itu. Nenek itu datang di panggung itu spontanitas 100 persen. Dan itu reaksi Pak Prabowo juga spontanitas," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/3).

Fadli menegaskan, capresnya tidak pernah berusaha merekayasa sesuatu. Sifat itu, kata dia, sudah diketahuinya sejak lama.

"Saya tahu dari berbagai peristiwa politik dan sebagainya, beliau paling gak suka diarah-arahkan nanti akan begini, begitu, enggak ada itu," ungkapnya.

Tambah Fadli, video pengakuan nenek tersebut juga sudah dibantah. Lanjutnya, semua fitnah itu dilakukan oleh pendukung capres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf.

"Saya kira nanti akan merugikan diri sendiri setelah diklarifikasi. Sama seperti memviralkan seolah pak Prabowo marah-marah, padahal marah-marahnya jangan mendorong rakyat," ucapnya.

Nenek Inaq Irah mengaku bercanda dengan seorang tukang parkir bernama Irpan saat dirinya membuat Vlog dapat uang Rp 500 ribu dari Capres Prabowo Subianto saat kampanye di lapangan Karang Pule, NTB, Selasa (26/3) kemarin. Nenek Inaq menegaskan, tak dibayar sepeserpun oleh Prabowo yang saat itu memeluk hingga menciumnya di atas panggung.

Nenek Inaq menceritakan kisahnya bertemu dengan Prabowo. Awalnya dia berangkat ke Lapangan Karang Pule untuk melihat kampanye Prabowo. Lalu berhasil naik ke panggung. Di situlah pertemuan dengan Prabowo diabadikan hingga viral di media sosial.

"Di panggung saya dipeluk, dicium, kaya rasanya dipeluk sama abangnya bapak saya. Dia tanya dimana tinggal saya tinggal di Lombok, ngontrak Rp 500 ratus satu bulan, (kerjanya) mencari botol-botol, dijual seribu," kata Nenek Inaq dalam sebuah di video viral di media sosial, dikutip merdeka.com, Rabu (27/3).

Dalam kesempatan itu, nenek Inaq menceritakan diajak buat Vlog oleh seorang pemuda bernama Irpan. Di sanalah menjadi viral, karena di video itu, dia mengaku dibayar Rp 500 ribu oleh Prabowo.

"Ndak ada saya dikasih uang 500, yang memang dia senang bercanda sama saya, tukang parkir namanya Irpan itu, dia senang bercanda, dikasih uang? Enggak ada apa, gitu saya, kau ini uang saja kau omongin, saya bilang gitu," jelas sang nenek.

Nenek Inaq pun meminta maaf apabila video bercandanya dengan Irpan membuat pihak tertentu tak nyaman. Dia merasa takut, bahwa videonya itu merugikan dirinya kelak.

Dia berharap, videonya bersama Irpan dihapus. Dia takut sekali dengan video tak benar tersebut.

"Di sana katanya enggak mau pilih Prabowo, kenapa ke sana? Kau bilang mau pilih Jokowi, diajak ke Jokowi saya enggak mau, saya mau pergi ke Prabowo, saat itu saya bilang sama dia gitu, dia suka bercanda." jelas dia lagi.

"Jadi sekarang saya minta mohon maaf jangan diperpanjang lagi, lebih baik, apa namanya itu, video itu dihapus, biar enggak jadi panjang. Kasihan saya nanti jadi bagaimana-bagaimana, saya takut dibilangnya (nangis)," sambil terisak.

Namun orang yang dalam video itu berjanji, tidak akan membuat nenek Inaq susah. Justru orang itu ingin melindungi nenek Inaq.

Baca juga:
Prabowo Ungkit Kekalahan Pilpres 2014 dan Kesepakatan Dengan Jokowi
Klaim Punya Ahli, Prabowo Sesumbar Turunkan Tarif Listrik & Daging di 100 Hari Kerja
Fadli Zon Yakin Pengalaman Militer Prabowo Beri Keuntungan Di Debat Keempat
Prabowo Bocorkan Menteri di Kabinetnya: Dari AHY, Aher Sampai Hinca Panjaitan
CSIS: Jokowi Unggul Hampir di Semua Wilayah, Prabowo di Sumatera

(mdk/rnd)