Fadli Zon sebut uang saku Ahok untuk TNI dan Polri bisa jadi suap

POLITIK | 29 Juli 2015 11:21 Reporter : Rizky Andwika

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyatakan keheranannya dengan sikap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang berencana menerbitkan Pergub mengatur uang saku untuk prajurit TNI dan personel Polri yang diperbantukan di wilayah ibu kota.

Fadli menilai, hal tersebut tidak tepat sasaran karena TNI/Polri sudah menerima gaji dari pemerintah. Apalagi, uang saku dari Ahok tersebut bersumber dari APBD DKI Jakarta.

"Saya kira nggak perlu ada uang saku. Saya kira bisa melanggar aturan. APBD itu ada aturannya," kata Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (29/7).

Fadli Zon mengaku wajar dengan sikap TNI dan Polri yang menyambut baik niatan Ahok tersebut. Sebab, siapapun dan dimanapun seseorang pasti girang jika diberikan uang saku.

"Kalau orang dikasih uang saku pasti sambut baik. Apa urgensinya? Mereka kan sudah digaji. Jangan sampai nanti ini mengarah ke suap," kata Fadli.

Sementara itu, Fadli enggan berkomentar apabila niatan Ahok yang memanjakan TNI dan Polri itu sebagai langkah mencari bekingan oleh Ahok guna mengarungi Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017, dia malah meminta Ahok untuk fokus bekerja karena ia menilai mantan Bupati Belitung Timur itu tidak memiliki kinerja yang memuaskan selama menjabat.

"Ya saya kira dia fokus saja bekerja. kerja dia masih jauh dari beres. Janji-janjinya saat pilgub lalu itu diwujudkan. Udah beres belum, dari hasil audit BPK saja kerja dia berantakan," ujarnya.

Diperiksa Bareskrim, Ahok ngaku diundang via WhatsApp

Bahas tawuran warga Johar Baru, Ahok bakal datangi Polda Metro besok

Tak hanya PNS, Ahok juga manjakan TNI dan Polri

Ahok tegaskan hibah ke TNI/Polri sudah ada pos anggarannya

TNI-Polri dapat Rp 250 ribu jika diperbantukan kegiatan Pemprov DKI

Sakit hati, Gerindra tutup pintu rujuk dengan Ahok di Pilgub

Ini tanggapan Ahok soal Satpol PP digugat korban gusuran

(mdk/rnd)