Gagal jadi Cawapres, Cak Imin Minta Maaf ke Kader PKB

POLITIK | 21 Agustus 2019 08:57 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Muhaimin Iskandar atau Cak Imin kembali terpilih sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam Muktamar V PKB di Nusa Dua, Bali. Pria yang kini mendapat panggilan Gus Ami itu terpilih secara aklamasi.

Sebelum membacakan laporan pertanggungjawaban pengurus PKB periode 2014-2019, Cak Imin mengungkapkan permintaan maaf kepada tiga ribu lebih kader karena gagal jadi cawapres.

"Yang perlu saya minta maaf ada yang sedikit gagal, gagal menjadi calon wakil presiden," ujar Muhaimin, Selasa (20/8) malam.

Namun, dia mengaku tidak sepenuhnya gagal dalam bursa pencapresan. Sebab, ada Ma'ruf Amin sebagai representasi PKB dan unsur Nahdliyin menjadi cawapres mendampingi Joko Widodo.

"Kalau sudah ada seniornya ya sudah junior mengalah," tandasnya.

Saat Pilpres 2019 lalu, PKB sempat menyodorkan nama Cak Imin sebagai cawapres pendamping Jokowi. Bahkan, PKB sudah mendeklarasikan pasangan JOIN, Jokowi-Cak Imin plus membentuk relawan-relawan pemenangan di daerah-daerah.

Tetapi, ambisi Cak Imin jadi cawapres gagal lantaran Jokowi lebih memilih Ma'ruf Amin sebagai pendampingnya. Istilah JOIN pun diganti oleh Cak Imin menjadi Jokowi-Ma'ruf Amin.

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Menteri Favoritmu, Mana yang Layak Dipertahankan? Klik disini

Baca juga:
Cak Imin Kembali Terpilih Menjadi Ketum PKB Secara Aklamasi
Ajak Grace Natalie Gabung PKB, Cak Imin Sebut Kalau yang Cantik Tanpa Tiket Masuk
Karding & Lukman Edy Absen di Muktamar, Cak Imin Sebut Hanif Juga Tak Diundang
Spanduk Kritik Muktamar PKB di Bali: Dosamu Terhadap Gus Dur Tak Pernah Kami Lupakan
Dekat dengan Karding, Lukman Edy Mengaku Tidak Diundang Muktamar PKB

(mdk/ray)