Ganjar Populer di Survei Capres, PDIP: Responden Bisa Berubah Setiap Saat

Ganjar Populer di Survei Capres, PDIP: Responden Bisa Berubah Setiap Saat
Hasto Kristiyanto. ©2020 Merdeka.com
NEWS | 20 Mei 2022 13:32 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Nama Ganjar Pranowo kerap berada di posisi atas dalam sejumlah survei mengenai capres 2024. Tren popularitas kader PDIP yang juga Gubernur Jawa Tengah itu selalu di atas dua digit.

Melihat itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai bahwa setiap saat angka survei bisa berubah dari responden. Terlebih, jumlah warga Indonesia sangat besar.

"Kalau survei kan berdasarkan berbagai responden yang setiap saat bisa berubah, jumlah rakyat Indonesia begitu besar," kata Hasto di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (20/5).

Menurutnya, naik turunnya elektabilitas capres berdasarkan aspek kerja kolektif, atau turun ke bawah. Bukan kerja orang-perorang.

"Sehingga kita digerakkan oleh semangat gotong-royong dan terlalu berbahaya bagi suatu bangsa kalau hanya berdasar kekuatan orang perorang," ucapnya.

Dia menyebut, kekuatan yang sesungguhnya adalah bersatu padu dari gerak rakyat. Menurutnya, hal itu yang dilakukan PDIP.

"Kekuatan bangsa adalah kekuatan keterpaduan dari gerak rakyat yang didirection oleh seorang pemimpin itulah yang dilakukan PDIP," pungkasnya.

2 dari 2 halaman

Nama Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan selalu berada dalam tiga besar kandidat capres terpopuler hasil-hasil survei berkala yang digelar berbagai lembaga survei. Angka popularitas mereka selalu di atas dua digit.

Seperti hasil survei Populi Center pada akhir Maret 2022 lalu yang juga menempatkan ketiganya dalam urutan teratas.

Sementara, survei Indikator Politik pada April lalu menempatkan Ganjar Pranowo menjadi bakal capres di posisi teratas dengan elektabilitas sebesar 26,7 persen. Kemudian Prabowo (23,9 persen), dan Anies Baswedan (19,4 persen).

Di luar tiga teratas itu, ada nama Ridwan Kamil (3,5 persen), Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY (3,2 persen), Sandiaga Uno (2,4 persen), Erick Thohir (2,4 persen).

Puan Maharani yang disebut-sebut sebagai 'putri mahkota' PDI Perjuangan hanya punya elektabilitas 1,1 persen. Dia bahkan kalah dari Khofifah Indar Parawansa (1,9 persen) dan Tri Rismaharini (1,3 persen). Dua ketua umum partai yakni Airlangga Hartarto dan Muhaimin Iskandar cuma punya elektabilitas di bawah 1 persen.

Baca juga:
Ganjar dan Erick Dinilai Unggul di Medsos, Bisa Pikat Pemilih Muda
Golkar Jamin Kerja Airlangga sebagai Menteri Tak Terganggu Meski Maju Capres
Pilpres 2024, Menanti Sikap Pragmatis Parpol
Gerindra Mulai Cari Cawapres Prabowo untuk Pilpres 2024
Pilpres 2024: Calon Kuat Tak Punya Tiket

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami