Gaya Politik Ketum Golkar Airlangga Dinilai Bisa Dongkrak Elektabilitas

Gaya Politik Ketum Golkar Airlangga Dinilai Bisa Dongkrak Elektabilitas
airlangga dan ganjar. ©2021 Merdeka.com/istimewa
NEWS | 26 September 2021 16:05 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Gaya komunikasi politik Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dinilai bisa menaikkan elektabilitas. Komunikasi politik Airlangga dalam dua hari terakhir dinilai strategis. Terlebih posisi Airlangga sebagai pimpinan dari partai besar dengan kursi terbanyak kedua di DPR,

Head of Department of Politics and Social Change at Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengatakan, situasi politik di Indonesia yang saat ini dinamis. Komunikasi lintas partai harus menjadi agenda politik yang konsisten dilakukan oleh Airlangga.

Sebelumnya, diketahui Ketua Umum Golkar Airlangga bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Klaten. Selepas itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tersebut juga berolahraga dengan Muhaimin Iskandar di Jakarta.

"Semakin sering mereka bertemu, maka di tingkat pemilih, di bawah, juga semakin baik dan tidak terpolarisasi. Masyarakat melihat mereka bisa berkomunikasi meski suatu saat juga berkompetisi," kata Arya dilansir Antara, Minggu (26/9).

Situasi politik di Indonesia saat ini belum jelas menunjukkan sosok yang akan mendapatkan dukungan dari partai politik untuk maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Oleh karena itu, komunikasi politik menjadi strategis untuk dilakukan.

"Terutama komunikasi lintas partai," kata dia.

Dia membaca langkah Airlangga bertujuan membaca kemungkinan membentuk koalisi. Kedua, mencari chemistry atau kecocokan di antara tokoh-tokoh tersebut. Terakhir, untuk mencari kesamaan pandangan dan kebijakan.

Golkar sendiri dalam agenda Pilpres 2024 memang diuntungkan karena memiliki kira-kira 14 persen kursi di DPR. Artinya, partai berlambang pohon beringin tersebut hanya butuh sisa enam persen untuk bisa mencalonkan presiden.

Dengan kata lain, kondisi itu membuat Golkar dan Airlangga sebagai partai dan figur yang menarik karena memiliki posisi tawar yang tinggi untuk bersaing di pesta lima tahunan tersebut.

"Airlangga saya kira punya peluang untuk bisa maju dan bertemu banyak tokoh," kata dia.

Dalam hitungan politik, saat ini waktunya sudah cukup dekat untuk mulai membuat strategi dan program menuju 2024. Sehingga, wajar jika aktivitas politik dari tokoh seperti Airlangga mulai ditingkatkan.

"Saat ini waktu yang ideal dan pas untuk melakukan mobilisasi politik, seperti yang dilakukan Airlangga. Semakin dini, calon itu melakukan sosialisasi politik ke publik, maka semakin baik pula bagi masyarakat," ujarnya.

Selain itu, hal itu juga memberikan kesempatan bagi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian 2019-2024 tersebut bertemu dengan banyak orang dan menjalin komunikasi politik. Bahkan, potensial untuk terus meningkatkan elektabilitasnya melalui sosialisasi.

Di Pilpres 2024, dia melihat faktor partai menjadi penting. Apalagi, tidak ada calon petahana karena Presiden Joko Widodo secara konstitusi tidak bisa dicalonkan karena sudah dua periode. (mdk/noe)

Baca juga:
Pengamat: Airlangga-Cak Imin Bisa Menjadi Kuda Hitam di Pilpres 2024
Golkar & PKB Bisa jadi Koalisi, Tapi Duet Airlangga-Cak Imin Belum Tentu Dipilih
Sambung Silaturahmi, Airlangga Ziarah ke Makam Mbah Lim di Klaten
Airlangga-Cak Imin Jalan Pagi Bareng, Tolak Dikaitkan dengan Koalisi 2024
Azis Syamsuddin Tersangka, Golkar Akan Sampaikan Sikap Resmi Siang Ini
Ketum Airlangga Soal Azis Syamsuddin: Golkar Sedang Mengkaji

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami