Gerindra Bimbang Sikap Politik, JK Nilai Harus Ada Keseimbangan Koalisi dan Oposisi

POLITIK | 19 Juli 2019 18:42 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Partai Gerindra tengah mempertimbangkan sikap politiknya untuk tetap berada di barisan oposisi atau bergabung dengan koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, perlu adanya keseimbangan antara partai koalisi dengan oposisi.

"Tidak mengatakan lebih baik, tapi perlu keseimbangan," ungkap JK usai menutup sekolah legislatif Partai Nasdem, di Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (19/7).

Soal masuknya Gerindra dalam barisan koalisi, JK mengatakan perlu ada kesepakatan antara partai koalisi dengan partai yang dikomandoi Prabowo Subianto.

"Ya soal koalisi itu ditentukan harus dua belah pihak baik oleh Gerindra juga tentu apalagi pihak partai pemerintah, nanti ya dilihat lah, tapi negeri ini demokrasi perlu keseimbangan," kata JK.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengakui, partainya menyiapkan konsep sebagai bargaining politik atau posisi tawar jika diajak bergabung dalam koalisi pendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Dasco buru-buru membantah jika konsep yang ditawarkan sama dengan upaya bagi-bagi kursi.

Menurut Dasco, konsep tersebut sebagai penegasan supaya tak sekadar bagi-bagi kursi bila seandainya Prabowo memutuskan Gerindra bergabung ke koalisi petahana.

"Ya kalau ke dalam (koalisi pemerintah) itu tidak langsung bagi-bagi kursi tetapi dengan tukar menukar konsep. Kalau konsep kita diterima (pemerintah), artinya kan baru ketahuan berapa jumlah orang yang diperlukan untuk menjalankan konsep tersebut," kata Dasco kepada wartawan, Jumat (19/7).

"Kalau (konsep) itu semua diakomodir (pemerintah) artinya ya (Gerindra masuk) di dalam (pemerintahan). Kalau pun di luar ya dengan kritik membangun," sambung Dasco.

Dasco mengungkapkan, konsep yang ditawarkan Gerindra kepada pemerintah tentang ketahanan pangan dan ketahanan energi. Namun Dasco tidak bisa menjelaskan detail mengenai konsep kemandirian dalam pangan dan energi.

Bila konsep tersebut diterima pemerintah, Gerindra akan menyiapkan kader terbaiknya untuk mengisi jabatan strategis eksekutif yang sesuai dengan konsep yang ditawarkan.

"Kalau konsep mandiri-mandiri itu kemudian diterima lalu kan nanti akan dihitung bidangnya berapa orangnya berapa, kan begitu. Mungkin juga bisa dielaborasi berapa yang sudah ada, berapa yang belum ada orangnya," terangnya.

Baca juga:
Gerindra Sebut Pertemuan Lanjutan Jokowi-Prabowo akan Undang Mega Hingga Cak Imin
Dasco: Kalau Konsep Diakomodir Jokowi, Gerindra Gabung Pemerintah
Ketum Golkar Kirim Sinyal Tak Setuju Gerindra Minta Jatah Ketua MPR
Rapat Dewan Pembina, Prabowo Jelaskan Bertemu Jokowi Selamatkan Kawan Terjerat Hukum
Tak Terdengar Nama Sandiaga dan Rizieq di Rapat Dewan Pembina Gerindra

(mdk/noe)