Gerindra Komit dengan PKS Soal Wagub, Kalau Ada Nama Baru Itu Usul Pribadi

POLITIK | 9 September 2019 13:07 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta rencananya akan dilaksanakan setelah pembahasan tata tertib dan alat kelengkapan dewan (AKD) rampung. Setahun lebih kursi wagub kosong setelah ditinggal Sandiaga Uno yang mencalonkan diri sebagai Cawapres pada Pilpres 2019.

Jatah kursi Wagub menjadi milik PKS. Gerindra pun menyatakan, masih komitmen dengan dua nama yang telah diusulkan PKS yaitu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Demikian disampaikan Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Syarifudin.

Syarif mengatakan, dua nama yang menjadi usulan Waketum Gerindra bukanlah usulan resmi. Waketum Gerindra, Arief Pouyono mengusulkan dua nama yaitu Moch Iriawan dan Tatang Zainuddin.

Syarif menegaskan, dua nama usulan Pouyono merupakan usulan pribadi. Pihaknya tetap konsisten dengan dua nama yang telah disepakati bersama PKS.

"Itu mengusulkan pribadi. Pendapat pribadi. Ya saya bilang kita hormati, kita hargai usulan, tapi itu kan bukan sikap resmi partai," jelasnya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (9/9).

Soal pemilihan wagub ini termasuk bagian dari dinamika dalam rapat tatib di DPRD. Dia menyebut ada permintaan dari PKS agar pemilihan wagub dimasukkan dalam batang tubuh tatib. Pelaksanaan pemilihan ini setelah tatib disahkan.

"Kapan pelaksanaannya? Tunggu ketok palu tatib," ujarnya.

Baca juga:
Gerindra Sarankan PKS Kerja Keras Selesaikan Pemilihan Wagub DKI
Gerindra Bantah Tak Ikhlas Lepas Kursi Wagub DKI ke PKS
PDIP Nilai Gerindra Tak Ikhlas Lepas Kursi Wagub DKI ke PKS
Ada Nuansa Jegal PKS Duduki Kursi Wagub DKI
PKS Tetap Ngotot Ajukan Syaikhu dan Agung Jadi Cawagub DKI
Polemik Nama Baru Cawagub DKI, PKS Tak Gubris Usul Sepihak Gerindra
PKS Desak DPRD DKI Segera Bentuk Pansus Wagub

(mdk/rnd)