Golkar Malut Dorong Musyawarah: Saya Percaya Kebesaran Jiwa Bamsoet

POLITIK | 14 November 2019 21:57 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Dorongan Airlangga Hartarto menang aklamasi di Munas Golkar semakin deras. DPD Golkar Maluku Utara, salah satu di antara sejumlah pengurus daerah yang ingin Munas hanya satu calon ketum saja.

"Saya tidak mau berandai-andai. Sudahlah. Saya rasa hampir semuanya sudah satu visi, satu pilihan. Jadi, jalan terbaik adalah musyawarah mufakat. Figur yang paling tepat memimpin Partai Golkar saat ini adalah Pak Airlangga Hartarto," kata Ketua DPD Golkar Maluku Utara, Alien Mus kepada wartawan, Kamis (14/11).

Dia menjelaskan, Golkar Maluku Utara ada 11 suara, semuanya solid mendukung Airlangga. Selama hampir dua tahun memimpin Partai Golkar, kata dia, Airlangga sudah sukses. Sukses membawa partai keluar dari berbagai gejolak, sukses dalam meningkatkan perolehan suara partai dibanding masa-masa perpecahan sebelumnya.

"Jadi, kami tak mau berandai-andai. Pilihannya cuma satu, Pak Airlangga," papar Alien Mus.

1 dari 2 halaman

Trauma Perpecahan

Dia trauma dengan perpecahan yang kerap terjadi di internal Golkar karena perselisihan antar calon ketua umum. Dia ingin, Munas 2019 sebagai ajang konsolidasi internal menghadapi agenda politik ke depan.

"Sudah, sudahlah, kita sudah melihat situasi yang dulu-dulu itu. Beberapa kali perpecahan, semuanya merugikan partai. Kader-kader di daerah juga ikut merasakan dampak perpecahan itu. Kami tak mau itu terulang lagi. Ya, harus musyawarah mufakat, dan saya percaya dengan kebesaran jiwa Pak Bambang Soesatyo," ujar anggota Komisi IV DPR RI itu.

Alien Mus menyatakan, musyawarah mufakat adalah jalan terbaik. Untuk itu, katanya, kader-kader Golkar harus menahan diri untuk tidak memanas-manasi suasana.

"Ya, saya setuju semua harus cooling down, duduk bersama dengan satu visi untuk membuat Partai Golkar lebih maju dan baik ke depannya," tegas Alien Mus.

2 dari 2 halaman

Terjun Politik Terinspirasi Kartini

Alien Mus wanita kelahiran Desa Gela Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara (Malut) pada 8 Agustus 1987. Dia terjun ke politik terinspirasi oleh RA Kartini.

"Semangat Kartini dalam memperjuangkan emansipasi kaum perempuan menjadi inspirasi saya saat itu untuk mulai pula menjajaki dunia politik dan ternyata saya berhasil, bahkan mendapat kepercayaan untuk menjadi Ketua DPRD Malut," kata ibu dua putri itu.

Perempuan yang fasih bahasa Inggris dan Mandarin itu dalam berbagai kesempatan selalu menyemangati para perempuan di Malut untuk menunjukkan kiprahnya dalam berbagai bidang, termasuk di bidang politik, karena regulasi yang ada sekarang memberi peluang luas bagi perempuan untuk terlibat di bidang politik. (mdk/rnd)

Baca juga:
Politikus Golkar Sebut Ada Pejabat Kumpulkan Kepala Daerah Demi Menangkan Airlangga
Golkar Tak Cerminkan Partai Demokratis Jika Aklamasi di Munas
Akbar Tanjung Sarankan Voting Jika Musyawarah Caketum Golkar Alot
Ical Harap Caketum Golkar Berunding untuk Musyawarah Mufakat
Pengarahan Ical, Akbar Tandjung dan Agung Laksono untuk Golkar
Bamsoet Psywar Airlangga: Kalau Yakin Didukung Pemilik Suara Kenapa Rancang Aklamasi