Hanura Nilai Amien Rais Berupaya Cari 'Kambing Hitam' di Sisa Kampanye

POLITIK | 27 Maret 2019 11:45 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Hanura Gede Pasek Suardika enggan ambil pusing dengan ucapan Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Amien Rais yang menginginkan proses rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 tak lagi dilaksanakan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat karena rawan serangan hacker. Sebab, menurut dia, hacker bisa bekerja dari lokasi manapun.

"Sebab kalau urusan hacker itu tidak ada urusan cara konvensional begitu. Hacker bisa bekerja darimana saja, karena basisnya IT dan internet," kata Pasek saat dihubungi merdeka.com, Rabu (27/3).

Pasek lantas menyinggung kubu Prabowo-Sandi yang ia nilai kerap melakukan degradasi pada penyelenggara pemilu. Serta sering menyalahkan orang lain.

"Justru yang terjadi adalah upaya kesekian kalinya dari pihak sana mendegradasikan penyelenggara untuk persiapan mencari kambing hitam saja," ungkapnya.

"Jadi kalau melihat hasil survei, sisa waktu yang ada maka hanya upaya persiapan mencari kambing hitam yang dikedepankan," sambungnya.

Meski begitu, Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf ini menyerahkan keputusan lokasi penghitungan suara ke penyelenggara pemilu. TKN, kata dia, tidak pernah mempermasalahkan lokasi penghitungan suara.

"Bagi kita, dimana saja tidak masalah karena kan ada saksi di tiap TPS, PPS, PPK, KPU kabupaten dan provinsi. Semua punya bukti formal dan bisa buat tabulasi mandiri sebagai pembanding," ucapnya.

Sebelumnya, Amien Rais meminta proses rekapitulasi hasil Pemilu 2019 tidak dilaksanakan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Sebab, kata dia, hotel tersebut terdapat banyak 'jin'.

"Selain DPT harus segera dibenahi, besok perhitungan hasil Pemilu jangan pernah di Hotel Borobudur. Mereka banyak 'jin' banyak 'genderuwo' di sana," kata Amien di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (26/3).

Amien Rais menjelaskan maksud dari banyaknya genderuwo atau jin di hotel tersebut. Maksud dia, dikhawatirkan lokasi tersebut rawan terkena hacker.

"Sekali-sekali jangan di Hotel Borobudur saya tahu di sana ada banyak sekali hacker dan lain-lain," ungkapnya. (mdk/rnd)

Baca juga:
Kampanye di Pontianak, Jokowi Banggakan Program Membangun dari Pinggir
MK Akan Segera Putus Uji Materi Tentang Pindah Memilih
Pawai Motor, Jokowi Akan Sapa Warga Banjarmasin
Dipeluk & Dicium Prabowo, Nenek di NTB Ngaku Dikasih Rp 500 Ribu
Jokowi-Ma'ruf Kampanye via Hologram, TKN Sindir Kubu Prabowo Masih Pakai Gaya Lawas
Jokowi Ingin Kopi Khas Riau Menasional
KPU Sediakan 12 TPS Bagi Pemilih Disabilitas Mental di Jakarta

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.