Merdeka.com - Presiden Joko Widodo telah memastikan hanya Gerindra yang gabung dalam lingkaran Istana. Hal tersebut terlihat dari susunan Kabinet Indonesia Maju. Hanya Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo, tokoh partai oposisi yang diumumkan sebagai anggota kabinet jilid kedua Jokowi.
Prabowo, mantan capres rival Jokowi, ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan. Jenderal bintang tiga itu bakal membawahi aparat pertahanan dan keamanan.
"Saya tidak perlu menyampaikan beliau lebih tahu daripada saya," ujar Jokowi menyampaikan tugas Prabowo sebagai Menhan, saat pengumuman menteri di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10).
Sementara, Edhy Prabowo ditunjuk Jokowi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Susi Pudjiastuti. Edhy sebelumnya digadang-gadang sebagai Menteri Pertanian karena berkaitan dengan konsep kedaulatan pangan Gerindra.
"Urusan ikan, industri perikanan, wisata maritim di bawah beliau," kata Jokowi.
Sementara, tokoh yang mengisi kabinet jilid kedua Jokowi beragam dari profesional hingga politisi lima partai koalisi Jokowi. PDI Perjuangan mendapatkan lima kursi, Golkar mendapatkan tiga kursi, Nasdem mendapatkan tiga kursi, PKB mendapatkan tiga kursi, dan PPP mendapatkan satu kursi.
Tidak ada kader Partai Demokrat yang sebelumnya digadang-gadang bakal masuk. Putra Presiden RI Keenam, Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono diisukan bakal menjadi Menpora. Tetapi, kursi tersebut diduduki politikus Golkar Zainudin Amali.
Sebelumnya, Ketua Fraksi Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono menyebut, Partai Demokrat tidak terlibat dalam kabinet. Demokrat hanya bisa menonton dan melihat proses penyusunan kabinet Jokowi.
"Kami menyerahkan penuh karena ini kan hak prerogatif presiden ya, tentu partai Demokrat tidak dapat menilai lebih lanjut, kami hanya memberikan apresiasi, kami hanya menonton dan melihat," kata Ibas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (22/10).
Jokowi memang mengundang ketua umum partai-partai oposisi menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Jokowi mengundang Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.
PKS sebetulnya turut diundang, tetapi menolak karena pertemuan dilakukan sebelum pengumuman kabinet. PKS juga tegas menyatakan sikap bakal menjadi partai oposisi di luar pemerintahan.
"Karena itu disampaikan ke saya langsung, dan itu disampaikan ke Pratikno, dan saya juga dengan Pak Sohibul ditelepon oleh pejabat Istana lain, dan ada juga kawan-kawan dari partai yang menyampaikan hal itu," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/10).
Sedangkan, PAN juga memastikan tetap menjadi partai oposisi. Wakil Ketua Umum PAN Mulfachri Harapan menyebut PAN tidak ingin menambah sesak koalisi yang sudah gemuk. PAN tidak ingin menjadi beban Jokowi.
"Kami tidak mau menambah beban presiden dengan membangun wacana untuk ikut di dalam," ujar Mulfachri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (18/10). (mdk/gil)
Baca juga:
Syahrul Yasin Limpo, Putra Pejuang Kemerdekaan yang Menjadi Menteri Pertanian
Presiden Jokowi Pimpin Pengambilan Sumpah Menteri Kabinet Indonesia Maju
Hanya Gerindra Oposisi yang Gabung Kabinet Indonesia Maju Jokowi
Ini Profil & Jejak Karier ST Burhanuddin Hingga Dipilih Jokowi Jadi Jaksa Agung
Ditunjuk Jokowi Jadi Menteri Koordinator Perekonomian, ini Profil Airlangga Hartarto
Mengenal Sosok Bintang Darmawati, Istri Puspayoga yang Dipercaya Jadi Menteri PPA
Umumkan Kabinet, Jokowi Ubah Nomenklatur Tiga Kementerian
Umumkan Kabinet, Jokowi Ubah Nomenklatur Tiga Kementerian
Mengenal Sosok Bintang Darmawati, Istri Puspayoga yang Dipercaya Jadi Menteri PPA
Viral, Ibu Pukul dan Eksploitasi Anak jadi Pengemis
Ditunjuk Jokowi Jadi Menteri Koordinator Perekonomian, ini Profil Airlangga Hartarto
Ini Profil & Jejak Karier ST Burhanuddin Hingga Dipilih Jokowi Jadi Jaksa Agung
Jokowi-Ma'ruf Kenalkan Menteri Kabinet Indonesia Maju
3 Kementerian dengan Nama Baru & Tugas Tambahan di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin
Dilantik Jadi Menteri Kesehatan, Terawan Agus Segera Mundur dari TNI
Agus Suparmanto, Pengusaha Galangan Kapal Ditunjuk Jokowi Jadi Menteri Perdagangan
Pasokan Minyak Sawit Terbatas, Program Biodiesel Disebut Luhut Hanya Cukup Sampai B50
Wapres Ma'ruf: Tingkat Kemudahan Berusaha Indonesia Naik, tapi Masih di Bawah Vietnam
Tarik Ulur Fraksi di DPRD DKI Sahkan Anggaran TGUPP
Menko Luhut Minta Masyarakat Tak Berspekulasi soal Masalah Garuda Indonesia
Cara BNPB Kenang 15 Tahun Tsunami Aceh
Jokowi: Pembinaan UMKM Indonesia Kalah Dibanding Singapura dan Malaysia
Polisi Telusuri Kabar Perempuan Australia Jadi Korban Begal di Bali
Jokowi ke Kepala Daerah: Dorong Masyarakat untuk Urusan Menabung dan Akses Kredit
Kasus Meningkat, 928 Tersangka Narkoba Diciduk Polda Banten Tahun 2019
Vanessa Angel Unggah Foto Perubahan Nasibnya di Tahun 2019: Kamu Bukan Tuhan!
Dongkrak Ekonomi Indonesia Timur, Prudential Siap Cetak Wirausaha Baru
Gerindra Sebut Koruptor Dana Bencana Alam Pantas Dihukum Mati
Menko Luhut: Pertamina Itu Sumber Kekacauan Paling Banyak, yang Tolak Ahok Terancam
Gerindra Pastikan Tak Akan Usung Koruptor Jadi Calon Kepala Daerah
Jokowi Rampungkan Susunan Dewan Pengawas KPK
Liburan Keliling Dunia, Raffi Ahmad Bagi-bagi Iphone 11 Pro untuk Karyawannya
BUMN: Dirut Baru Garuda Indonesia Disahkan Januari 2020
KPK Periksa Kasat Reskrim Polres Indramayu Terkait Suap Supendi
Presiden Jokowi Minta Kapolri Ungkap Kasus Novel Baswedan dalam Hitungan Hari
Rumah Super Mewah Sepupu Raffi Ahmad, Bagaikan Istana dan Banyak Koleksi Satwa
KPK Periksa Petinggi PT Garuda Indonesia
Menko Luhut: PLN Beruntung Dapat Rudiantra
Penjelasan PDIP Kenapa Anggaran TGUPP Diloloskan Banggar
Korut Sebut Trump 'Orang Tua Plin Plan' di Tengah Ketegangan yang Meningkat
8 Manfaat Kesehatan yang Tanpa Kamu Sadari Bisa Didapat dari Santan
Warna-warni Mural Percantik Kampung di Pengadegan
Menko Luhut Beri Sinyal Darmono Akan Jadi Wakil Direktur Utama PLN
Kisah Enno Lerian: Tulang Punggung Keluarga, Berjuang Hidup dan Tinggal di Kontrakan