Helmi Hasan Sesalkan Terulangnya Warga Bayar Ambulans untuk Bawa Jenazah di RSMY

Helmi Hasan Sesalkan Terulangnya Warga Bayar Ambulans untuk Bawa Jenazah di RSMY
Helmi Hasan sediakan Ambulans Gratis untuk Warga Kota Bengkulu. ©2020 Merdeka.com
NEWS | 30 November 2020 19:06 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Calon Gubernur Bengkulu nomor urut 1 Helmi Hasan turut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa salah satu warga Desa Muara Jaya Kabupaten Kaur atas nama Elia Puspita Sari yang kehilangan bayi mungilnya. Bayi yang dilahirkan Elia meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah M Yunus (RSMY) milik Pemprov Bengkulu.

Singkat cerita jenazahnya bayi tersebut menjadi perbincangan hangat di Bengkulu, setelah pihak rumah sakit kembali meminta bayaran ambulans sebesar Rp 5 juta kepada pihak keluarga, jika jenazah bayinya ingin diantar ke Kabupaten Kaur. Kejadian tersebut pada, Minggu (29/11/2020) pagi.

Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi tahun 2017 lalu dimana warga Kaur bernama Aspin terpaksa membawa pulang jenazah bayinya yang meninggal di RS. M Yunus Bengkulu menggunakan kantong plastik ke Desa Sinar Bulan Kabupaten Kaur tempat tinggalnya.

Mendengar kabar tersebut terulang kembali Helmi Hasan, Wali kota Bengkulu (non aktif) yang juga Calon Gubernur Bengkulu nomor urut 01 ini mengungkapkan bahwa polemik ambulans bayar di RSMY Bengkulu ini sungguh menyusahkan masyarakat yang tidak mampu.

Soal ambulans bayar di RSMY Bengkulu itu bukan pihak rumah sakit atau sopir ambulans yang salah, tetapi Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengharuskan setiap orang yang ingin memakai ambulans RSMY Bengkulu harus membayar.

"Dan menurut saya itu salah besar jika ambulans dijadikan sumber penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena ambulans ini erat dengan orang-orang yang tertimpa musibah," ungkap Helmi.

Seperti orang melahirkan, sakit dan orang meninggal dunia, sedang tertekan ekonominya karena butuh mengeluarkan biaya.

helmi hasan sediakan ambulans gratis untuk warga kota bengkulu
Helmi Hasan sediakan Ambulans Gratis untuk Warga Kota Bengkulu ©2020 Merdeka.com

"Inikan orang-orang yang lagi susah, artinya memang betul-betul membutuhkan pertolongan atau kehadiran pemerintah maka harus di evaluasi peraturan Gubernurnya. Oke lah misalnya peraturan gubernur tidak dievaluasi tetapi disiapkan anggaran untuk pengadaan ambulans gratis yang diberikan di setiap desa," jelas Helmi.

"Sehingga tidak ada lagi Gubernur atau Pemerintah Provinsi disalahkan karena kan Gubernur setiap Desa satu ambulans gratis begitu harusnya," tambah Helmi.

Tapi jika itu juga tidak dilakukan, peraturan Gubernurnya tidak diubah maka proses pembiaran seakan-akan pemerintah tidak hadir ketika masyarakat membutuhkan khususnya bidang kesehatan.

Ini soal bentuk dari APBD Provinsi itu. Helmi sering menyampaikan, APBD Provinsi itu seharusnya tidak hanya mencantumkan selera pejabat, tapi juga selera rakyat. Salah satunya itu ambulans gratis di setiap desa yang dicantumkan dalam program, tidak kemudian ada kejadian beritanya viral kemudian datang minta maaf dan setelah itu selesai.

"Kejadian itu akan terulang kembali selama peraturan gubernur itu tidak diperbaiki atau APBD itu tidak menyediakan ambulans di setiap desa," ungkap Helmi Hasan.

Secara pribadi, Helmi Hasan juga mengungkapkan duka untuk keluarga bayi yang meninggal. Helmi juga mendoakan bayi tersebut. "Kita juga sangat bersedih. Dan semoga Allah SWT, menjadikan ini asbab meninggalnya ananda kita ini dosa-dosa orangtuanya diampuni Allah. Ananda kita sudah di surga tempatnya. Kita berdoa semoga kejadian ini (ambulans bayar) tidak terulang kembali," imbuh Helmi.

Sebelumnya, tarif bayar ambulans Rp 5 juta itu sempat membuat keluarga bayi yang meninggal, kebingungan untuk mendapatkan uang sebesar itu. Sedangkan Elia Puspita Sari, baru saja tertimpa musibah bayinya yang meninggal.

Beruntung ia teringat dengan program ambulans gratis milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu yang digagas Wali kota Bengkulu non aktif Helmi Hasan. Elia lalu menghubungi Dinas Kesehatan Kota Bengkulu dan langsung direspon cepat. Pemkot Bengkulu langsung menerjunkan mobil ambulans Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bengkulu untuk mengantar jenazah bayinya di untuk dikebumikan di kampung halaman.

Ketua Baznas Kota Bengkulu Habib Abdurahman Alkaf saat diwawancarai, Senin (30/11/2020) mengatakan, Minggu (29/11/20202) ia mendapat kabar dari driver ambulans Baznas Kota Bengkulu bernama Herman, akan membawa bayi atau pasien. Ternyata bayi ini sudah meninggal yang diambil dari RSMY Bengkulu.

Awalnya, cerita Habib, warga hendak menggunakan ambulans RSMY Bengkulu, namun diminta biaya sekitar Rp 5 juta. Karena tidak ada biaya kemudian warga tersebut teringat dengan ambulans gratis Pemkot Bengkulu, lalu warga ini mencari informasi agar bisa memakai ambulans gratis ini.

"Setelah mendapat kabar itu pak Herman (driver ambulans Baznas) langsung meluncur ke RS M Yunus Bengkulu tanpa pikir panjang, karena memang kita punya program ambulans gratis Pemkot ya kita bantu dan kita antar ke Kaur," terang Habib Abdurahman Alkaf.

Karena, lanjut Habib, Baznas punya prinsip kalau menolong yang di bumi, maka insya Allah yang di langit akan menolong kita.

"Jadi saudara Herman ini lapor ke saya untuk mengantar ke Kaur ya silakan, jangan minta apa-apa dari keluarganya. Dan keluarganya mengucapkan terima kasih kepada Pemkot, Baznas, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu dan pihak terkait yang terlibat. Ya semoga ini menjadi ladang amal kita semua," kata Habib

(mdk/hhw)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami