Hendropriyono: Dalam Pancasila Itu Persatuan Indonesia, Tidak Ada Oposisi

POLITIK | 12 Juli 2019 15:46 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pertemuan dalam rangka rekonsiliasi antara Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto hingga saat ini belum terealisasi. Kedua kubu masih mencari waktu yang cocok lantaran kesibukan dua tokoh tersebut.

Mantan Kepala BIN A.M Hendropriyono menilai tak perlu ada kekuatan oposisi di Indonesia. Sebab, menurutnya, isi butir ketiga Pancasila mengamanatkan persatuan Indonesia. Jika tak ada oposisi, kata dia, tak perlu pula diadakan rekonsiliasi.

"Kalau tidak ada oposisi, tidak usah kalian pada ribut. Rekonsiliasi begini tidak ada. Dalam Pancasila itu persatuan Indonesia, tidak ada oposisi. Semuanya memerintah bersama-sama," kata Hendropriyono di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (12/7).

Dia menegaskan, Presiden sebagai kepala pemerintahan juga bisa menunjuk siapa saja sebagai menteri tanpa ada intervensi partai. "Presiden sebagai kepala pemerintah, bisa tunjuk siapa saja. Duduk di kabinet, bisa saja. Tapi yang milih Presiden, bukan partai," ungkap Hendropriyono.

Politikus senior PKPI ini menambahkan, setelah duduk menjadi menteri atau duduk dalam pemerintahan kesetiaannya kepada partai selesai. "Kesetiannya adalah kepada negara, tidak lagi kepada partai, itulah yang ditunjuk," tegas dia.

Selain itu, dia menyebut dalam kerja sehari-hari, seorang menteri harus bertanggungjawab kepada sang kepala negara karena sudah melepas atribut partai.

"Kemudian di dalam kerja sehari-hari bertanggung jawab kepada kepala negara," pungkas Hendropriyono.

Reporter: Putu Merta Surya Putra (mdk/ray)

Baca juga:
Temui Ketua DPR, Hendropriyono Usul Jabatan Presiden dan Kepala Daerah 8 Tahun
Dede Yusuf Prediksi Demokrat Umumkan Arah Politik saat Ulang Tahun 9 September
Bawaslu Nilai Gugatan Prabowo-Sandiaga ke MA Salah Prosedur
Ramai Soal Gugatan Kedua Prabowo-Sandi ke MA, Bagaimana Awalnya?
Bawaslu Tegaskan Gugatan Kecurangan TSM Prabowo-Sandi Bukan Diselesaikan di MA

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.