Hentikan Saling Serang Usai Pemilu, Kembali Jalin Persaudaraan

POLITIK » MAKASSAR | 12 Mei 2019 11:42 Reporter : Didi Syafirdi

Merdeka.com - Pemilu 2019 telah menyita perhatian publik. Masyarakat seakan-akan terbelah menjadi dua kubu. Saling serang dan beredarnya berita bohong (hoaks) juga masif di media sosial. Setelah semuanya selesai masyarakat diingatkan untuk kembali merajut persaudaraan.

"Di mana saat Pemilu tentunya kita pernah dilukai oleh orang lain, mungkin kita pernah dikecewakan. Bahkan kita mungkin juga pernah mengecewakan atau melukai hati orang lain. Mari saling memaafkan mempererat tali persaudaraan dan perdamaian," ujar Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar dalam keterangannya, Minggu (12/5).

Lebih lanjut, mantan Wakil Menteri Agama ini berharap semua pihak dapat mendinginkan situasi. Untuk itu dirinya mengimbau khususnya umat Islam untuk menjadikan bulan suci Ramadan sebagai bulan penyejuk untuk mendamaikan satu sama lain.

"Diharapkan begitu keluar dari bulan suci Ramadan seperti sudah tidak pernah ada apa-apa. Jadi kita tidak ada lagi dendam, tidak ada lagi kekecewaan yang muncul, dan ringan juga beban kita karena kita sudah saling memaafkan secara horizontal," tuturnya.

Nasaruddin setelah semua pihak berlapang dada ke depannya bisa lebih fokus untuk membangun negeri di masa depan. Menurutnya, dengan Pemilu kemarin anak bangsa harus bisa bersyukur dan belajar dengan iklim demokrasi di Indonesia.

"Jadi kita harus bersyukur, kalau ada kemarin hal-hal yang sedikit riak-riak itu sebenarnya bumbu-bumbu demokrasi lah," kata pria yang juga Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Untuk itu dirinya mengimbau kepada seluruh tokoh-tokoh bangsa, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bisa memelihara dan menahan diri dengan tidak memberikan pernyataan yang membikin situasi keruh kembali.

"Tidak mesti harus mengungkapkan semua uneg-uneg (perasaan yang terpendam) yang mampir di kepala kita. Karena orang matang adalah yang mampu bicara seperlunya," tandasnya.

Baca juga:
Saksi Paslon 02 Tidak Tandatangani Rekapitulasi Hasil Suara Pemilu di Jateng
Antisipasi People Power, TNI-Polri Pertebal Pengamanan KPU dan Bawaslu Jatim
Satu Anggota KPPS di Kabupaten Gowa Meninggal Dunia
Ferdinand Sebut Prabowo dan Pendukung Beda Sikap soal People Power
Kalahkan PDI Perjuangan, Golkar Unggul di Gorontalo
Formulir DA1 Diduga Palsu Ditemukan saat Rapat Pleno KPU Makassar

(mdk/did)

TOPIK TERKAIT