HMI: Pihak yang Tolak Keputusan MK seperti Jalankan Demokrasi Tanpa Koridor Hukum

POLITIK | 26 Juni 2019 10:10 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Respiratori Saddam Al jihad mengajak generasi milenial untuk konsisten pada rangkaian demokrasi sesuai koridor hukum untuk menatap kemajuan demokrasi dan mengokohkan kedaulatan rakyat.

Saddam menegaskan, bahwa segala pihak yang menolak keputusan Mahkamah Konstitusi, berarti mereka sedang menjalankan demokrasi tanpa koridor hukum. Dan hal itu sama dengan demokrasi kriminal, seperti yang disampaikan Prof Jeffrey Winter.

Saddam menyampaikan, setiap generasi bangsa harus menyudahi politisasi demokrasi, politisasi gerakan, hingga politisasi keputusan konstitusional.

"Hari ini yang dibutuhkan adalah mendukung keputusan konstitusional untuk menatap keteraturan demokrasi. Merawat kaderisasi kebangsaan, dan menguatkan kepemimpinan kenegaraan untuk kekuatan bersama sebagai Indonesia," kata Saddam dalam keterangannya, Selasa (25/6/2019).

Penulis buku Pancasila Ideologi Dunia ini mengatakan bahwa koridor demokrasi dan politik Indonesia harus dengan pedoman dan keputusan konstitusi. Ditambah lagi dengan adanya semangat sila ketiga sebagai wujud persatuan Indonesia setelah 'ramai-ramai politik' harus segera hadir.

"HMI sebagai generasi milenial siap untuk menjadi generasi pemersatu, bukan sebagai generasi provokatif," tegas Saddam.

Terakhir, Pria berusia 28 tahun ini menyindir bahwa para politisi harus taat dengan hukum dan jangan dipolitisasi serta provokasi kepada masyarakat dan mahasiswa.

"Jangan melakukan seperti sistem 'devide et empira' yang terus dilakukan demi kekuasaan. Itu seperti VOC dimasa penjajahan," imbuhnya.

Ditambahkan Saddam, generasi milenial dan PB HMI siap menjadi generasi pemersatu bangsa.

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Wiranto Tegaskan Polisi Tak Beri Izin Demo di Sekitar MK
Polisi Antisipasi Aksi Massa saat Putusan MK Disusupi Perusuh
Massa Peserta Tahlil Akbar 266 Mulai Berdatangan ke Monas
Ada Tahlil Akbar 266, Lalu Lintas di Kawasan Monas Dialihkan
BPN Prabowo Akui Sulit Buktikan Kecurangan Pilpres dalam Waktu Singkat

(mdk/ded)