Ini Faktor yang Membuat Jokowi-Maruf Ungguli Prabowo-Sandi

POLITIK | 3 Juni 2019 23:32 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno telah mendaftarkan permohonan sengketa hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada Jumat 24 Mei 2019 malam.

BPN menilai modus penyalahgunaan wewenang lainnya adalah dengan menggerakkan birokrasi dan sumber daya BUMN untuk mendukung pemenangan paslon 01. Di sini juga tim BPN melampirkan bukti link berita untuk memperkuat gugatannya.

Ketua Harian Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf, Moeldoko menegaskan tuduhan yang menyebut pihaknya menyalahgunakan BUMN dalam pemenangan Pilpres 2019 tidak benar. Moeldoko mengatakan berdasarkan hasil survei, ada 78 persen pegawai BUMN memilih pasangan calon 02 Prabowo-Sandi.

"Menggerakkan BUMN? Tahu enggak (pegawai) BUMN yang milih 02? 78 persen. Menggerakkan ASN? ASN 72 persen yang milih (Prabowo-Sandi). Di mana menggerakkan?" ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (28/5).

Sementara itu, Denny JA, pimpinan LSI mengatakan banyak alasan mengapa Jokowi lebih unggul dari Prabowo. Menurutnya, pasangan Jokowi-Ma'aruf Amin berhasil menumbuhkan militansi tiga segmen pemilih yang sangat besar sumbangannya. Pertama adalah segmen pemilih kaum minoritas. Memang jumlahnya 10-11 persen tapi di segmen ini kemenangan Jokowi telak sekali.

"Memberikan pesan yang keras juga bahwa mereka memang rindu munculnya pemimpin yang membawa spirit pendiri kebangsaan untuk menjaga keberagaman," kata Denny JA.

Menurut Denny JA, pasangan No Urut 01 ini berhasil meyakinkan kelompok minoritas bahwa mereka datang untuk kembali menegaskan spirit pendiri bangsa dan menangnya telak sekali di segmen ini.

"Kedua yang juga menyebabkan pasangan ini menang, itu adalah segmen wong cilik. Siapa wong cilik? Wong cilik adalah pemilih yang penghasilannya 2 juta ke bawah. Data BPS dan juga data survei kita menunjukkan jumlah mereka banyak sekali. Sekitar 50 persen dari jumlah populasi," kata Denny JA.

Suara merekalah penentu siapa yang menang. Menurut Denny JA, mereka ini pendidikannya mungkin paling tinggi SD, SMP sedikit yang SMA tinggal di desa-desa umumnya.

Mereka tidak tersentuh media sosial. Dari semua percakapan riuh rendahnya media sosial tak menyentuh mereka. Mereka menonton TV program hiburan. Riuh rendahnya politik jakarta dan elite politik tak menyentuh mereka," lanjut Denny JA.

Tapi mereka dipuaskan dengan aneka program populis Jokowi. Mulai dari pembagian sertifikat tanah gratis, pembagian keluarga harapan, hingga kartu sehat.

Kata Denny JA, program populis inilah yang membuat mereka militan dan majority mendukung Jokowi. "Segmen ketiga yang sangat penting, ini ada dalam pemilih Muslim yaitu dari komunitas NU. Adalah pemilih yang populasinya 85 persen penduduk Indonesia. Pemilih Muslim ini komunitas yang merasakan dia (Jokowi - Maruf) bagian dari NU dan mereka mendukung Jokowi Maruf," lanjut Denny JA.

"Tiga segmen inilah yang susah disentuh Prabowo Sandi; minoritas, wong cilik, NU. Aneka manuver segala hal yang terjadi 10 hari belakangan susah sekali menyentuh mereka. Ini pesan yang sangat keras dari para pemilih bahwa Jokowi Maruf diinginkan oleh rakyat," tambahnya.

Baca juga:
JK: Pertemuan Jokowi dan Prabowo Lagi Diusahakan
Di Depan JK, Prabowo Sempat Telepon Pendukung Minta Aksi Massa Dihentikan
Ma'ruf Amin: Jokowi dan Prabowo Masih Cari Waktu yang Tepat Buat Bertemu
Kunjungi SBY di Cikeas, Prabowo Sempat Laporkan Gugatan di MK
Ma'ruf Amin Soal Pilpres 2019: Menangnya Masih Digantung
Buka Puasa Bareng Ma'ruf, OSO Beri Selamat Unggul Hasil Rekapitulasi Suara Pilpres
DPR Serukan Purnawirawan TNI Solid Demi Persatuan Bangsa

(mdk/ded)