Ini Profil Abdul Ghaffar Rozin, Kader NU yang Dikabarkan Bakal Jadi Menteri Agama

POLITIK | 17 Oktober 2019 11:49 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo alias Jokowi telah merampungkan susunan kabinet kerja jilid II. Beberapa nama yang akan menjadi menteri sudah bocor ke publik.

Salah satunya kader muda NU, Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin. Ketua Rabhithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) atau asosiasi pesantren seluruh Indonesia itu dikabarkan bakal menempati posisi menteri agama.

Namanya, dikabarkan menjadi salah satu yang 'didaftarkan' Ketum PBNU Said Aqil Siroj ke Presiden Jokowi. Berikut profil Gus Rozin:

1 dari 3 halaman

Pengurus Pondok Pesantren Mahad Aly Fi Ushul Al-fiqh

Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin adalah putra dari ulama asal Pati, Mohammad Sahal Mahfudz. Gus Rozin mengikuti jejak sang ayah sebagai pengurus Pondok Pesantren Ma'had Aly Fi Ushul Al-fiqh.

Dia mengenyam pendidikan di Universitas Paramadina jurusan Hubungan Internasional dan melanjutkan pendidikan S2 di Monash University jurusan Bidang Studi Kepemimpinan, Kebijakan, dan Perubahan. Dia lulus pada tahun 2004.

2 dari 3 halaman

Ketua RMINU

Sebagai kader muda NU, Gus Rozin juga menjabat sebagai Ketua Rabithah Ma'ahid al-Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMINU) masa jabatan 2015-2020. Berdasarkan situs NU, RMINU bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan pondok pesantren dan pendidikan keagamaan.

Gus Rozin mengatakan pesantren dapat melahirkan tokoh-tokoh yang toleran, santun. "Pesantren NU mempunyai peran strategis karena dalam kurun yang panjang mampu menunjukkan sebagai pusat pendidikan yang melahirkan kader-kader yang toleran, ramah terhadap budaya, sehingga menempatkan agama Islam sebagai rahmatan lil 'alamin," kata Gus Rozin, Rabu (20/4/2016) seperti dikutip situs NU.

3 dari 3 halaman

Staf Khusus Presiden Bidang Keagamaan

Pada 14 Mei 2018, Gus Rozin diangkat Presiden Jokowi sebagai staf khusus bidang keagamaan. Tugas dari Gus Rozin adalah mendampingi presiden dalam acara keagamaan seperti silaturahmi ke Pondok Pesantren.

"Bidang keagamaan dalam negeri bertugas mendampingi presiden dalam acara-acara keagamaan, seperi silaturrahim dengan pimpinan pondok pesantren. Presiden butuh orang dengan latar belakang yang memahami itu," kata Sekretaris Kabinet, Pramono Anung di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (15/5/2018) lalu.

(mdk/dan)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.