Ini Tanggapan Wapres JK soal Parpol Sibuk Bagi-bagi Kursi

POLITIK | 11 Juli 2019 17:48 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pasca-putusan MK sidang hasil Pilpres 2019 pada Kamis (27/6) lalu situasi politik akan membaik. Saat ini tidak ada perbedaan antara partai nasionalis dan agamis. Menurut JK, partai politik lebih sibuk mengurusi bagi-bagi kursi. Sebab akhir dari perpolitikan kata JK adalah kekuasaan.

"Jadi sekarang ini semua berbicara tentang mandat kekuasan, semua partai satu, saya dapat kursi berapa, saya dapat menteri berapa, tidak lagi bicara ideologi kita apa, jadi kembali ke situ sekarang," kata JK saat memberikan arahan dihadapan para peserta kuliah umum PPRA LIX dan PPSA XXI Tahun 2019 LEMHANAS di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (11/7).

Menurut JK, proses tersebut bagian dari keseimbangan. Negara tercermin dari kekuasaan, kekuatan salah satunya dari bagi-bagi kursi. Dia juga menjelaskan dalam lima tahun ke depan akan ada saatnya membahas terkait ideologis, sistem persaingan prestasi.

"Mudah-mudahan ini berlangsung dengan baik," lanjut JK.

JK pun mencontohkan, seperti di Amerika yang hanya memiliki 2 partai politik. Namun di Indonesia, memiliki 8 atau 9. Tidak hanya Indonesia, Srilanka juga kaya dia memiliki lebih darj 20 parpol dan memiliki 100 menteri.

"Karena semua bagi-bagi kursi smpe 100, kita menteri terbatas hanya boleh 34, tidak boleh lebih di UU," lanjut JK.

Baca juga:
JK soal Susunan Kabinet: Jangan Kursinya Sedikit Dapat Lebih Banyak
Wapres JK : Penarikan Pajak Perusahaan Digital Jadi Masalah Dunia
Wapres JK: Revolusi Industri Terus Dibahas, Tapi Kita Tetap Impor Barang Dari China
Wapres JK Minta Menteri KLHK Libatkan Masyarakat Perbaiki Kerusakan Hutan dan Lahan
Wapres JK Sebut Mobil Listrik Solusi Kurangi Polusi Udara
Wapres JK Beberkan Alasan Jokowi Tegur Menteri Rini dan Jonan

(mdk/ded)