Inikah Nama-Nama Calon Menteri Jokowi dari Partai?

POLITIK | 19 Agustus 2019 06:35 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Presiden Jokowi sudah mengantongi nama-nama calon menteri yang akan membantu pemerintahannya di periode kedua. Jokowi mengatakan, kabinet Jokowi jilid II akan didominasi kalangan profesional ketimbang partai politik. Dengan komposisi 45 partai politik, 55 profesional.

Terkait nama calon menteri, itu masih menjadi rahasia. Kata Jokowi, semua ketua umum partai pengusungnya sudah diberitahu nama-nama yang akan masuk dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Partai sudah diberitahu nama-nama anggota kabinet," kata Jokowi.

Siapakah nama-nama menteri dari partai politik yang akan dipilih Jokowi? Berikut ini ulasannya:

1 dari 8 halaman

Satya Wira Yudha

Partai Golkar sebagai koalisi disebut-sebut mendapat jatah empat kursi. Salah satu menteri dari Golkar dikabarkan adalah Wakil Ketua Komisi I DPR Satya Wira Yudha.

"Salah satu dari Golkar Satya Wira Yudha," kata orang dekat Ketum Golkar Airlangga Hartarto kepada merdeka.com, Jumat (16/8).

Meski saat ini bertugas menjadi Wakil ketua komisi I, Satya pernah berkiprah di komisi energi DPR. Dia pernah memimpin Komisi VII yang membidangi Energi, Riset dan Teknologi serta Lingkungan Hidup.

Dari 2014 hingga 2018, dia menjadi Wakil Ketua Komisi VII. Selain itu, dia juga menjadi Ketua Kaukus Ekonomi Hijau DPR, yang beranggotakan para anggota DPR lintas fraksi dan komisi, yang menaruh perhatian dalam isu-isu lingkungan hidup dan pembangunan yang berkelanjutan.

Satya Widya Yudha berpengalaman lebih dari 23 tahun di industri minyak dan gas bumi baik di dalam dan luar negeri. Pengalamannya sangat bermanfaat ketika ditugaskan Fraksi Partai Golkar duduk di Komisi VII DPR.

2 dari 8 halaman

Zainudin Amali

Selanjutnya Golkar mengusulkan nama Zainudin Amali. Saat ini Zainudin menjadi ketua komisi II DPR RI 2014-2019. Namanya masuk dalam bursa calon menteri, Zainudin Amali mengaku siap ditugaskan di manapun. Baik di MPR maupun menjadi menteri Jokowi. Terlebih, dia percaya diri dengan pengalaman yang sudah dijalani selama ini di parlemen.

"Sebagai kader partai ditugaskan di manapun saya kira harus kita lakukan. Ya harus kita lakukan tugas pengabdian itu, di manapun," kata Zainuddin.

3 dari 8 halaman

Suharso Monoarfa

PPP juga telah menyiapkan nama-nama yang akan diajukan ke Jokowi sebagai calon menteri. Menurut Wasekjen PPP Achmad Baidowi mengatakan, Jokowi telah meminta nama calon menteri dari partai berlambang Kabah itu. Baidowi mengakui salah satu nama kuat sebagai calon menteri adalah Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa.

Pada 19 Januari 2015, Suharso dipilih oleh Presiden Jokowi sebagai salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Dia pernah menjabat sebagai Menteri Perumahan Rakyat pada Kabinet Indonesia Bersatu II.

Suharso juga pernah menjadi anggota DPR pada periode 2004-2009 dan terpilih kembali untuk periode 2009-2014 dari PPP.

4 dari 8 halaman

Arsul Sani

PPP juga menyodorkan nama Arsul Sani sebagai calon menteri Jokowi. Saat ini Arsul Sani menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2014–2019. Arsul bertugas di Komisi III yang membidangi hukum, hak asasi manusia (HAM) dan keamanan serta ia juga menjadi anggota Badan Legislasi DPR.

Dalam kepengurusan partai, Arsul Sani menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP sejak 20 Mei 2016 sampai saat ini.

5 dari 8 halaman

Ida Fauziyah

Kemudian PKB mengaku telah mengusulkan 10 nama kader terbaik PKB kepada Jokowi untuk dijadikan menteri. Salah satu kader terbaik PKB yang disodorkan ke Jokowi yakni Ketua DPP PKB Ida Fauziyah.

Beberapa waktu lalu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan jika Ida Fuziyah memiliki peluang menjadi menteri Jokowi karena memiliki pengalaman di banyak bidang. "Ida sangat punya peluang," kata Cak Imin pada 13 Mei 2019 lalu.

Dalam dunia politik, pengalaman Ida Fuziyah tidak perlu diragukan lagi. Ida tercatat menjadi anggota DPR RI periode 1999—2004, 2004—2009 dan 2009—2014 dari PKB.

Kemudian pada 2018, PKB mengusung Ida Fauziyah untuk maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah sebagai Cawagub mendampingi Sudirman Said. Sayang Sudirman-Ida harus kalah dari calon petahana Ganjar Pranowo - Taj Yasin Maimoen.

6 dari 8 halaman

Hanif Dhakiri

Kemudian PKB mengusulkan nama Hanif Dhakiri ke Jokowi untuk menjadi menteri periode kedua. Saat ini Hanif dipercaya menjadi Menteri Ketenagakerjaan dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK.

Karier politiknya, Hanif pernah menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014 dari PKB mewakili Jawa Tengah. Hanif juga pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PKB untuk periode 2005-2010.

PKB juga menyodorkan Maman Imanulhaq. Maman menjadi anggota DPR periode 2014-2019 Komisi VIII yang membidangi agama, sosial dan pemberdayaan perempuan. Dalam koalisi Jokowi, Maman Imanulhaq menjabat sebagai Direktur Relawan TKN Jokowi-Ma'ruf Amin.

Selain sudah menyodorkan nama-nama menteri, PKB mengincar beberapa kursi untuk para kadernya. Seperti Kementerian Agama, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

7 dari 8 halaman

Prananda Paloh

Partai NasDem juga memiliki nama menteri yang cocok masuk dalam Kabinet Kerja jilid II. NasDem memiliki kader muda muda yang cocok menjadi menteri. Sekjen Partai Nasional Demokrat atau NasDem, Johnny G Plate mengatakan Prananda Paloh yang merupakan anak Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh layak menjadi calon menteri muda Jokowi.

"Dia juga adalah Ketua Garda Pemuda NasDem yang keanggotaannya puluhan ribu di seluruh Indonesia. Jadi, pengalaman di dalam mengelola organisasi dan sebagai bagian dari pembuat UU sudah cukup panjang. Di samping itu dia juga profesional di bidang usaha," ucapnya.

Pihaknya menghormati hak prerogatif presiden untuk memilih kabinetnya. Plate memastikan NasDem menghormati struktur kabinet, nomenklatur kabinet dan nama-nama anggota kabinet.

Prananda saat ini menjadi anggota komisi I DPR periode 2014-2019. Terpilih kembali menjadi anggota DPR untuk periode 2019-2024.

8 dari 8 halaman

Angela Herliani Tanoesoedibjo

Selanjutnya ada Partai Perindo yang telah mengusulkan nama Putri sulung Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, Angela Herliani Tanoesoedibjo. Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq, mengatakan pihaknya mengusulkan Angela karena sesuai dengan kriteria Jokowi yang mencari menteri dari kalangan muda dan pintar.

"Dari apa yang disampaikan Pak Jokowi, Perindo juga menyiapkan diri kalau diminta mengusulkan calon figurnya, yaitu Angela Herliani Tanoesoedibjo," kata Ahmad Rofiq.

Angela, wanita muda yang banjir akan prestasi. Angela Tanoesoedibjo ditunjuk sebagai Direktur Perseroan MNC Group sejak Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 30 September 2016 dan dinyatakan dalam Akta Penyataan Keputusan Rapat No. 70 tanggal 30 September di tahun yang sama.

Angela menyelesaikan Bachelor of Arts in Communications (Media Arts and Productions) dari Universitas Teknologi Sydney Australia pada tahun 2008, serta gelar Master of Commerce dalam bidang Keuangan dari Universitas New South Wales Australia pada tahun 2010.

Dengan pengalaman dan pendidikan Magister dari Australia, Angela dipercaya akan melakukan terobosan-terobosan baru membantu Jokowi mempercepat kemajuan Indonesia. (mdk/has)

Baca juga:
Nama Calon Menteri Kian Terang Benderang
Golkar Dapat 3 Menteri: Airlangga, Agus Gumiwang dan Satya Widya Yudha
PAN Soal Nama Calon Menteri: Ditawarkan juga Tidak
Tanggapi NasDem, Sekjen Gerindra Tegaskan Jatah Menteri Wewenang Presiden
Politikus Golkar Satya Wira Yudha Jadi Menteri ESDM?