Istana: RUU Ketahanan Keluarga Terlalu Menyentuh Ranah Pribadi

Istana: RUU Ketahanan Keluarga Terlalu Menyentuh Ranah Pribadi
POLITIK | 21 Februari 2020 17:47 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Dini Purwono menilai Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga usulan DPR terlalu menyentuh ranah pribadi. RUU ini diketahui dihujani kritik di media sosial dan menjadi kontroversi.

"Saya enggak tahu sih, tapi katanya ada pasal yang mewajibkan anak laki-laki perempuan pisah kamar. Terlalu menyentuh ranah pribadi," ujar Dini di Kantor Sekretariat Kabinet Jakarta, Jumat (21/2).

DPR akan memasukkan draf RUU Ketahanan Keluarga dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020. Dini menyebut pemerintah akan menyampaikan pendapat mengapa RUU ini mengurusi urusan privat rumah tangga.

"Setiap Undang-Undang kan pasti ada pembahasan juga sama pemerintah kan. Nanti kita akan pertanyakan juga apa segitunya negara masuk ke ranah privat. Itu juga kan hak asasi manusia. Jangan sampai juga inkonstitusional," jelasnya.

Dini menuturkan bahwa hingga kini pemerintah belum menerima draf RUU Ketahanan Keluarga dari DPR. Dalam pembahasannya, dia berharap agar RUU tersebut tak melanggar hak asasi manusia.

"Kan ujung-ujungnya kita musti lihat sesuai konstitusi kan. Kalau sampai dianggap itu melanggar hak asasi manusia, ya inkonstitusional lah," kata Dini.

Baca Selanjutnya: RUU ini diusung oleh lima...

Halaman

(mdk/ray)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami