Istana soal pidato Jokowi ke relawan: Berantem jangan dikaitkan dengan fisik

POLITIK | 5 Agustus 2018 15:29 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Juru bicara kepresidenan Johan Budi meluruskan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat pertemuan Rapat Umum Relawan Jokowi di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/8).

Saat itu, Jokowi menyampaikan bahwa apabila diajak berkelahi maka harus berani. Menurut Johan, pernyataan Jokowi itu hanya kiasan dan bukan berkaitan dengan adu fisik.

"Saya kira yang disampaikan Pak Jokowi kiasan. Berantem jangan dikaitkan secara fisik. Kita tidak boleh memfitnah, tidak boleh mengeluarkan ujaran kebencian, tapi kita harus siap, berantem itu bukan fisik. Saya nggak hadir tapi saya baca di berita. Bukan berantem fisik," kata Johan di Hotel Mercure, Jakarta Utara, Minggu (5/8).

Menurut Johan, pernyataan Jokowi bukan bermaksud provokatif atau ajakan berkelahi secara fisik. "Saya kira enggak. Jangan berantem diartikan fisik. Sebelum bicara itu pak presiden pesan jangan fitnah dan lain sebagainya," ucapnya.

Sebelumnya, di hadapan ribuan pendukungnya, Jokowi meminta para relawan untuk berkampanye secara santun serta tidak mengobarkan permusuhan.

"Lakukan kampanye yang simpatik. Tunjukkan diri kita relawan yang bersahabat dengan semua golongan. Jangan bangun permusuhan, jangan membangun ujaran kebencian, jangan membangun fitnah-fitnah, tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang. Tapi kalau diajak berantem juga berani," kata Jokowi.

Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
PDIP luruskan pidato Jokowi soal relawan berani jika diajak berantem
Anton Charliyan deklarasi hastag Jokowi 2 periode di Bekasi
Struktur tim pemenangan Jokowi bakal diisi 27 anggota
Kiai NU nilai Indonesia harus dipimpin oleh tokoh Nasionalis-Religius
PDIP bocorkan tempat dan waktu deklarasi capres-cawapres

(mdk/rzk)