Jadi Stafsus Mensos, Jusuf Hamka Tak Lagi Jabat Bendahara Timses Jokowi

POLITIK | 4 Desember 2018 16:09 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Politikus Partai Golkar Jusuf Hamka mengaku tak lagi menjabat sebagai bendahara dari Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres-cawapres Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Sebab, dia telah resmi diangkat menjadi staf khusus dari Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita.

"Iya ditarik dari partai karena dibutuhkan di Kemensos, bantu Pak Agus Gumiwang," kata Jusuf pada wartawan, Selasa (4/12).

Jusuf menjelaskan, penarikan itu terjadi saat dia baru dua minggu menjabat sebagai bendahara TKN. Sekarang dia fokus menjalankan tugas sebagai staf khusus dari Mensos.

"Enggak ada pengunduran diri, dan tidak ada apa-apa dan enggak ada masalah apa-apa. Kadang rapat pun sering dipanggil kok, enggak ada masalah," ungkapnya.

"Saya bikin warung nasi kuning NKRI. Sebagai staf khusus Pak Mensos saya sekarang. diangkat bagian khusus," sambungnya.

Dia juga menjelaskan kehadirannya di kegiatan aksi reuni 212. katanya, kala itu ia hanya lewat dan sedang berolahraga.

"Saya lagi jogging. Teman-teman ada yang lewat ya ketemu pada minta foto masa enggak dikasih sih. Bajunya juga pakai kaos olahraga supaya olahraga. Saling menginteraksi enggak spesial ngikut acara itu. Cuma lagi olahraga CFD saya kan suka di situ," ucapnya.

Terpisah, Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Ace Hasan Syadzily mengaku belum mengetahui kabar hengkangnya Jusuf Hamka dari TKN. Dia menyerahkan pada Ketua dan sekretaris TKN untuk memberikan penjelasan lanjutan.

"Saya harus cek dulu ya ke tim, tim kampanye nasional yang mungkin yang bisa menjawab itu adalah Pak Ketua, atau Pak Sekretaris TKN," kata Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12).

Ace menegaskan, sampai saat ini TKN Jokowi-Ma'ruf solid. Bahkan, lanjutnya, Jusuf Hamka masih ikut rapat bersama TKN tiga minggu lalu.

"Tiga minggu yang lalu beliau ikut rapat," ungkapnya.

Baca juga:
Ini Analisa Mengapa Jokowi Terapkan Strategi Menyerang di Pilpres 2019
Jika Gaya Komunikasi Tak Diubah, Elektabilitas Jokowi Bakal 50:50 dengan Prabowo
Ketua KPK Minta Ketua Umum Parpol Serius Tegakkan Sistem Integritas
MUI Prihatin Pendukung Capres Sibuk Sebar Ujaran Kebencian dan Hoaks
Danny Pomanto Ungkap Alasan Dukung Jokowi Sekali Lagi Pimpin RI
DPD Tanah Bumbu Dukung Jokowi, Sekjen PAN Serahkan ke DPW Kalsel
Kubu Prabowo: Pengkritik Reuni 212 Tak Suka Umat Islam Bersatu

(mdk/rnd)