'Jalur Ekstra Konstitusional Bisa Ditempuh untuk Memakzulkan Pemimpin Zalim'

'Jalur Ekstra Konstitusional Bisa Ditempuh untuk Memakzulkan Pemimpin Zalim'
POLITIK | 2 Juni 2020 00:29 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Dosen Pemikiran Politik Islam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Din Syamsuddin mengatakan Islam memberikan landasan pergerakan bagi rakyat yang terzalimi oleh pemimpinnya. Di antaranya menggunakan gerakan ekstra konstitusional untuk melengserkan seorang pemimpin, imam atau khalifah.

Ini disampaikan Din dalam diskusi Menyoal Kebebasan Berpendapat dan Konstitusionalitas Pemakzulan Presiden di Era Pandemi Covid-19 yang disiarkan melalui YouTube Mahutama, Senin (1/6).

"Landasannya gerakan yang bersifat ekstra konstitusional untuk melengserkan seorang pemimpin, imam atau khalifah pada waktu itu. Terutama ketika jalan-jalan konstitusional itu sendiri terkunci," kata Din.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menjelaskan dalam Islam ada dua macam pemakzulan. Pertama, pemakzulan yang bersifat politik. Kedua, pemakzulan yang bersifat moral.

"Kalau pemakzulan politik itu melengserkan pemimpin secara politis baik lewat jalur konstitusional atau ekstra konstitusional jika jalur konstitusional sudah terkunci dan ada perselingkuhan antara lembaga-lembaga yang berwenang dengan pemimpin itu sendiri," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Sementara pemakzulan moral, rakyat bisa bersama-sama menolak perintah pemimpinnya. Dalam Islam, kata Din, tidak ada kewajiban bagi rakyat untuk taat pada pemimpin yang bermaksiat kepada Allah atau yang mengkhianati rakyatnya.

Din melanjutkan, pada dasarnya pemakzulan terhadap pemimpin zalim merupakan manifestasi ajaran agama. Dalam hal ini, rakyat menjalankan perintah agama menegakkan amar makruf nahi mungkar.

"Amar makruf nahi mungkar untuk menyuarakan kebenaran. Kaum akademisi, ilmuwan dan cendekiawan sejatinya adalah ulil albab yang harus menyuarakan kebenaran. Hadist nabi mengingatkan umat Islam bahwa semulia-mulianya jihad dan perjuangan itu adalah mengatakan kebenaran di hadapan pemimpin zalim yang bertindak sewenang-wenang," terangnya. (mdk/bal)

Baca juga:
Soal Diskusi UGM, Din Tegaskan Pembungkaman Bertentangan dengan UUD '45
Diskusi UGM Berujung Teror, Refly Harun Ingatkan Soekarno & Gus Dur Dimakzulkan
Soal Diskusi UGM, PDIP Curiga yang Teror Teman Sendiri Biar Menarik
Diskusi UGM Diteror, Denny Indrayana Sebut Rezim Otoriter Muncul Lagi
LPSK Tunggu Laporan Jurnalis Detikcom dan Penyelenggara Diskusi UGM
Pimpinan MPR Kecam Intimidasi dan Teror Terhadap Wartawan dan Panitia Diskusi di UGM

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Gerak Cepat Jawa Barat Tangani Corona - MERDEKA BICARA with Ridwan Kamil

5