Janji Prabowo Usut Praktik Korupsi di BUMN jika Jadi Presiden

POLITIK | 7 April 2019 10:41 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Calon Presiden Prabowo Subianto sempat menyinggung perusahaan-perusahaan negara yang dia anggap berada di kondisi tidak baik. Misalnya saja ia menyinggung maskapai pelat merah, Garuda Indonesia.

Meski tidak mengatakan secara tegas kondisi sulit yang dimaksud, capres nomor urut 02 itu secara satir meyakini kondisi Garuda Indonesia tidak dalam keadaan baik akibat praktik korupsi. Hanya saja, kata Prabowo, jika ada pernyataan seperti itu langsung disanggah pihak lawan mempertanyakan bukti.

"Perusahaan Garuda minta ampun, sesungguhnya perusahaan-perusahaan negara kita yang, mau dibilang apa yah nanti ada yang bilang mana buktinya," kata Prabowo, Minggu (7/4).

Dia pun bertekad bakal membuktikan pernyataannya jika terpilih menjadi orang nomor 1 di Republik Indonesia. Lebih lanjut, Prabowo berkomitmen pihak-pihak yang dianggap telah mencuri dari perusahaan-perusahaan, akan dipanggil untuk segera ditindaklanjuti.

"Insyaallah koalisi Indonesia Adil Makmur kita akan tindak lanjut bukti-bukti itu semua. Kita akan panggil koruptor-koruptor itu, kita akan minta taubat dan sadar kembalikanlah uang-uang yang kau curi," tukasnya.

Belajar dari Pilgub DKI, Prabowo Yakin Menang

Prabowo juga menyindir sejumlah hasil survei yang masih mengunggulkan lawannya, capres Jokowi. Prabowo yakin meraih hasil positif dalam Pilpres 2019. Dia menyebut hasil Pilkada di beberapa daerah sebagai pertanda.

"Dalam hitungan kita sangat bagus sangat akurat, yang dulu di DKI akurat, Jawa Barat akurat, Pilgub kita lumayan," ujar Prabowo.

Hanya saja dia mengingatkan kemenangan Prabowo-Sandi bakal terwujud jika pelaksanaan pemilu berlangsung secara jujur, adil, dan tanpa kecurangan.

"Insyaallah kita menyongsong perubahan, kita minta kearifan pemilu dilaksanakan secara bersih, mudah-mudahan tanpa kecurangan, transisi yang aman kita laksanakan perbaikan bangsa kita," ujarnya.

Saat berorasi di hadapan ribuan pendukungnya yang memutihkan SUGBK, mantan Danjen Kopassus itu menanyakan hasil survei dari pelbagai lembaga survei. Ia menilai, masyarakat sudah kebal dengan hasil yang dirilis oleh lembaga survei dan mengatakan masyarakat tidak ingin terus menerus dicurangi dalam bentuk apapun.

Prabowo bahkan juga menyebut ada sedikitnya pejabat yang 'melek' atas kondisi politik saat ini. Yang mana dikatakan komitmen anti korupsi atau nepotisme namun masih marak jual beli jabatan.

"Kamu percaya survei-survei? Ada wartawan asing di situ, halo correspondent do you listen to what Indonesian people say? They don't want to cheated again. Saya percaya bahwa banyak pejabat-pejabat kita sudah insyaf banyak yang beri tahu. Tapi kadang-kadang gua kesel juga bolak balik difitnah mana buktinya yang dimksud siapa elite-elite itu siapa yang suka nyogok-nyogok yang suka bagi-bagi amplop yang suka jual beli jabatan," tandasnya. (mdk/bal)

Baca juga:
Posting Ujaran Kebencian Bermuatan SARA, Pasutri di Surabaya Dibekuk Polisi
Aksi Superhero Ramaikan Kampanye Akbar Prabowo-Sandiaga di GBK
Benarkan soal Surat, Demokrat Sebut Kampanye Akbar Prabowo Perhatikan Masukan SBY
Kampanye Akbar, Sandi Ungkap Gagasan Prabowo Jadikan Indonesia Macan Asia
SBY Surati Petinggi Demokrat, Tak Setuju Konsep Kampanye Akbar Prabowo-Sandi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.