Jelang Pilkada, Bawaslu Solo Dirikan Posko Pengaduan di 5 Kecamatan

Jelang Pilkada, Bawaslu Solo Dirikan Posko Pengaduan di 5 Kecamatan
POLITIK | 8 Juli 2020 14:24 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Jelang pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2020, Bawaslu Kota Solo mengambil langkah antisipasi. Di antaranya dengan mendirikan posko pengaduan di 5 wilayah kecamatan. Posko tersebut untuk mengantisipasi adanya aduan berbagai macam pelanggaran selama tahapan pilkada.

"Kami mendirikan posko aduan terhadap pelaksanaan Verifikasi faktual (Verfak) dan Data Pemilihan Pilkada 2020. Posko kita Dirikan di tiap Kantor Panwaslu kecamatan," ujar Ketua Bawaslu Solo Budi Wahyono, Rabu (8/7).

Budi mengatakan, pendirian posko tersebut merupakan salah satu upaya Bawaslu Solo dalam pelibatan masyarakat dalam pengawasan tahapan pilkada.

"Peran serta masyarakat sangat kita harapkan dalam pengawasan tahapan pilkada," katanya.

Untuk saat ini, lanjut dia, terdapat dua tahapan pilkada yang bersamaan yakni tahapan verfak (verifikasi faktual) bakal calon perseorangan dan Pencocokan dan penelitian(Coklit) daftar pemilh.

Menurutnya kemudahan akses masyarakat dalam pengaduan terkait Pilkada mutlak diperlukan. Hal ini menyusul masih banyaknya masyarakat yang belum berani atau acuh terhadap dugaan pelanggaran selama perhelatan pemilu maupun pemilihan kepala daerah.

"Posko tersebut nantinya akan berdiri atau berganti nama sesuai tahapan Pilkada di masing-masing wilayah Kecamatan," terangnya.

Baca Selanjutnya: Anggota Bawaslu Solo divisi pengawasan...

Halaman

(mdk/ray)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami