Jelang pilkada, pemuda Muhammadiyah bentuk satgas antipolitik uang

POLITIK | 23 Mei 2015 16:21 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak Desember mendatang, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Tengah membentuk satuan tugas (Satgas) antipolitik uang. Satgas tersebut akan dibentuk dan ditempatkan di seluruh Kabupaten/Kota yang menggelar pilkada.

"Di Jateng ada 21 Kabupaten/Kota yang menggelar pilkada serentak. Ini isu yang menarik dan strategis bagi pesta demokrasi di Indonesia mengingat baru pertama kali dalam sejarah reformasi," ujar Ketua PWPM Jawa Tengah Zainudin Ahpandi, di Solo, Sabtu (23/5).

Menurut dia, pesta demokrasi tersebut perlu dicermati agar potensi terjadinya money politik bisa diminimalisir. Pasalnya pelaksanaan Pilkada rata-rata diwarnai dengan politik uang.

"Kalau ada politik uang patut dipertanyakan apakah nantinya bisa melahirkan pemimpin yang berkualitas, jujur dan terbebas dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN)," katanya.

Zainudin menambahkan, kebijakan seorang pemimpin harus berpihak kepada kepentingan masyarakat. Termasuk tata kelola pemerintahan yang bersih, berwibawa dan bermartabat. "Kesejahteraan dan kemakmuran rakyat harus menjadi prioritas utama. Pemuda Muhammadiyah yang sejak lama ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi akan terus berupaya memberikan sumbangsih," pungkasnya.

PDIP dituduh pecah belah Golkar dan PPP untuk kuasai pilkada

Biaya Pilkada serentak lebih mahal, DPR segera audit KPU

PDIP disebut pecah Golkar agar bisa kuasai pilkada, ini kata NasDem

Kubu Ical sebut Golkar kuasai daerah, pemerintah mau ambil alih itu

Komisi II DPR tak gubris Jokowi tolak revisi UU Pilkada

Idrus Marham bantah Golkar bakal boikot pilkada

Loyalis Agung desak kubu Ical bergabung jika ingin ikut pilkada

(mdk/lia)