Jhoni Allen Blak-Blakan: SBY Tak Berkeringat, Cuma Beri Rp100 Juta untuk Demokrat

Jhoni Allen Blak-Blakan: SBY Tak Berkeringat, Cuma Beri Rp100 Juta untuk Demokrat
Sidang Sutan Bhatoegana. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko
POLITIK | 28 Februari 2021 23:03 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Mantan politikus Partai Demokrat Jhoni Allen menuding Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak pernah berdarah-darah mendirikan Partai Demokrat. Jhoni bahkan menyebut SBY bukan pendiri Partai Demokrat.

"SBY bukanlah pendiri Partai Demokrat," kata Jhoni dalam video yang diterima merdeka.com, Minggu (28/2).

Jhoni bercerita, Demokrat didirikan oleh 99 pendiri di Jakarta. Kemudian muncul pendiri partai di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Mereka saling bahu membahu meloloskan verifikasi KPU hingga Partai Demokrat menjadi peserta Pemilu 2004.

Jhoni mengaku bersama pendiri dan senior serta semua kader di seluruh Indonesia bersusah payah meloloskan Partai Demorkat pada verifikasi KPU. Namun, SBY sama sekali tidak ikut berkeringat dan berdarah-darah melewati masa-masa itu.

"Demi Tuhan saya bersaksi, bahwa SBY tidak berkeringat sama sekali apalagi berdarah-darah sebagaimana pernyataannya di berbagai kesempatan," tuturnya.

SBY justri baru bergabung setelah Partai Demokrat lolos verifikasi KPU. SBY memasukan istrinya, Ani Yudhoyono sebagai wakil ketua umum.

Jhoni mengatakan, SBY hanya menyumbang uang Rp100 juta untuk membayar hotel. Ia muncul di hadapan Partai Demokrat setelah mundur dari kabinet Presiden Megawati Soekarnoputri

"Dan hanya menyumbang uang Rp100 juta dalam bentuk empat travel check di hotel Lirah Bogor. Pak SBY setelah mundur dari kabinet ibu Megawati baru muncul pada acara PD di Hotel Kinasih di Bogor saat itu saya ketua panitianya," kata Jhoni.

SBY justru malah membawa Partai Demokrat menjadi partai dinasti. Ketika SBY menjadi ketua umum pada KLB 2013. SBY menunjuk putranya Edhie Baskoro Yudhoyono sebagai sekretaris jenderal

"Ini baru pertama kali di Indonesia bahkan di dunia, untuk pertama kali partai politik bapaknya SBY ketum anaknya sekjen. Sejatinya SBY telah melakukan pengingkaran fakta sejarah lahirnya Partai Demokrat," pungkasnya.

museum sby ani di pacitan
©2021 Merdeka.com/Instagram @museumsby

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat berbicara mengenai isu kudeta kepemimpinan Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Awalnya, SBY berbicara tepat usia 20 Tahun Demokrat yang diterpa ujian dan cobaan.

"Awal tahun 2021 ini tepat partai kita berusia 20 tahun kita menghadapi ujian dan cobaan, ketika kita semua tengah berjuang sekuat tenaga untuk masa depan partai yang cerah perjuangan yang damai, konstitusional dan tidak berniat jahat dan ketika di bawah kepemimpinan AHY dukungan dari rakyat terhadap partai Demokrat terus meningkat, bagai petir di siang bolong ada gerakan dan pemufakatan jahat untuk merusak partai Demokrat," katanya lewat video, Rabu (24/2).

SBY menyebut ada gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat. Yang ia sebut Gerakan Pengambilan Paksa Partai Demokrat (GPK PD) yang ingin mengambil alih kepemimpinan partai yang sah.

"Gerakan ini hakikatnya ingin mendongkel dan merebut kepemimpinan partai yang sah. Kemudian menggantinya dengan orang luar yang bukan kader demokrat, yang bersekongkol dengan segelintir kader dan mantan kader yang bermasalah," ujar SBY.

"Kalau gerakan ini berhasil karena ada yang ingin membeli partai kita dan kemudian ada fasilitatornya, partai kita bisa mengalami kegelapan," imbuhnya.

Presiden RI ke-6 ini kemudian menegaskan bahwa Partai Demokrat bukan untuk diperjualbelikan. Dia bilang, partainya tidak tergiur oleh uang berapa pun besarnya.

"Pada kesempatan ini, bagi orang luar yang punya ambisi untuk merebut dan membeli Partai Demokrat, saya katakan dengan tegas dan jelas, Partai Demokrat not for sale! Partai kami bukan untuk diperjualbelikan, meskipun Partai Demokrat bukan partai yang kaya raya dari segi materi. Kami tidak tergiur dengan uang Anda berapa pun besarnya," tegas SBY. (mdk/rnd)

Baca juga:
Jhoni Allen Cerita Upaya SBY Kudeta Anas Urbaningrum
Johni Allen: AHY di Puncak Tanpa Mendaki, Tak Tahu Cara Turun, SBY yang Turun Gunung
Demokrat Bantah AHY Antikritik, Sebut 7 Kader yang Dipecat Lakukan Kudeta Kolaborasi
Pecat 7 Kader Senior, Demokrat Dianggap Pertontonkan Gaya Dinasti
Ahmad Yahya Tuding AHY tidak Mau Ada Orang Beda Pendapat

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami