JK Nilai Jokowi & Prabowo Sama-Sama Pakai Strategi Islami Buat Dekati Pemilih Muslim

POLITIK | 9 April 2019 16:08 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan gaya kampanye yang ditunjukan kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden sama-sama menggunakan strategi islami. Sebab, baik Jokowi maupun Prabowo, memang berusaha mendekati pemilih muslim, namun dengan cara yang berbeda.

"Jadi strategi umum kedua calon itu, strategi islami. Pemilihan islam," kata JK di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (9/4).

JK mengatakan, pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga sendiri menggunakan simbol-simbol Islam secara terbuka saat melakukan kampanye akbar pada 7 April 2019 kemarin. Sementara, sang petahana sendiri, Jokowi, lebih memilih calon wakil presiden dari ulama sebagai cara mendekati pemilih muslim yakni KH Ma'ruf Amin.

"Pak Jokowi ambil ulama, itu dia ingin dekat dengan pemilih islami kan. Kemudian yang satu menggunakan simbol-simbol Islam yang sakras/sangat keras. Salat subuh, macam-macam. Itu dua-duanya memakai strategi yang sama. Tapi caranya berbeda," jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan surat Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenai penolakan terhadap kampanye politik identitas yang dilayangkan ke Prabowo dia pun mendukung. Sebab, meski keduanya sama-sama memiliki strategi yang sama, politik identitas tersebut tidak perlu diperlihatkan.

"Ini surat Pak SBY ini sebagai pemimpin bagus. Walaupun juga dalam kampanye ini orang mengambil, punya strategi-strategi sendiri-sendiri yang berbeda-beda," katanya.

Diketahui, SBY mengirim surat ke tiga petinggi partainya. Presiden ke-6 RI itu menyoroti konsep kampanye akbar pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Stadion Gelora Bung Karno.

"Karena menurut saya apa yang akan dilakukan dalam kampanye akbar di GBK tersebut tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif," seperti dikutip merdeka.com dalam surat, Minggu (7/4).

SBY mengatakan seharusnya kampanye itu tak perlu ada "show of force" identitas termasuk di dalamnya identitas agama.

(mdk/dan)