Jokowi Bentuk Badan Pengembangan Syariah, Prabowo Ingin Bank Syariah Terbesar Asean

POLITIK | 13 April 2019 22:18 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Cawapres Ma'ruf Amin mengatakan, akan mendorong industri halal yang nantinya tidak hanya untuk produk dalam negeri tetapi juga berasal dari luar negeri. Sebab menurut Ma'ruf Amin, standar halal di Indonesia saat ini sudah menjadi acuan dunia yang dipakai di berbagai negara.

"Sebenarnya kita sudah lama membangun ekonomi syariah dan produk-produk halal dan sekarang sudah banyak dicapai karena itu kita bertekad agar perbankan kita menjadi terbesar di dunia bahkan juga menjadi produk halal andalan dunia," kata Ma'ruf Amin dalam debat kelima Pilpres di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4).

Ma'ruf mengungkapkan saat ini pemerintah sudah membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah yang disebut KNKS yang diketuai oleh Presiden Joko Widodo. Ke depan, pihaknya juga akan memperkuat posisi lembaga keuangan dengan kelembagaannya dan juga bentuk pelayanannya seperti fintech supaya melahirkan berbagai produk yang ramah kepada pasar serta dengan SDM yang juga kuat.

"Supaya menghasilkan market friendly kemudian sumber daya diperkuat dan industri hala akan semakin banyak bukan hanya dalam negeri tapi luar negeri dengan standar halal kita," kata Ma'ruf Amin.

Di kesempatan yang sama, Capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pihaknya akan terus mengembangkan wisata halal di Indonesia yang saat ini sudah diakui sebagai nomor satu di dunia. Menurut Joko Widodo, pihaknya akan fokus dan konsentrasi dalam mempertahankan serta mengembangkan industri wisata halal tersebut.

Untuk itu, kata Jokowi, dalam waktu dekat akan dibuka Halal Park di dekat GBK yang juga akan diperbesar menjadi District Park.

"Kita memiliki kekuatan besar dalam keuangan syariah, ekonomi syariah dan kita tahu Indonesia sekarang ini dinobatkan sebagai nomor satu di bidang wisata halal," kata Jokowi.

Sementara itu, Cawapres Nomor Urut 02 Sandiaga Uno menyebut potensi pariwisata halal di Indonesia bisa mencapai Rp 3.300 triliun. Oleh sebab itu, dia bertekad nantinya Indonesia tak hanya menjadi pasar.

"Pariwisata halal kita Rp 3.300 triliun, ini peluang yang harus kita ambil dan kita tidak boleh jadi pasar," kata Sandiaga.

Berdasarkan Global Islamic Economy Index, kata Sandiaga, pariwisata halal masih peringkat 10 padahal Indonesia dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Namun dia menyayangkan Indonesia hanya menempati peringkat keempat pengimpor produk-produk halal.

"Seharusnya menjadi ranking lebih baik," katanya.

Untuk itu, Sandiaga menilai kuncinya adalah menciptakan ekosistem yang komprehensif dengan kekuatan kewirausahaan ekonomi syariah. "Kita berkampanye produk halal, bukan hanya sertifikasi tapi menciptakan industri halal, produk halal lebih dari itu menciptakan lapangan kerja," katanya.

Sedangkan Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto mengatakan akan membentuk bank tabungan haji untuk mengelola dana jamaah calon haji agar tidak disalahgunakan. Prabowo mengatakan potensi tersebut akan dikelola secara modern dan syariah tetapi efisien dan transparan.

"Sehingga bisa benar-benar untuk umat dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan lain," ujar Prabowo.

Baca juga:
Cek Fakta: Jokowi Sebut Perputaran Uang di Industri Game Capai Rp 11 Triliun
Sandiaga ke Prabowo: You Want Test Your Vice Presiden
Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi Beradu Gagasan di Debat Pamungkas
Jokowi Janji Hilirisasi, Prabowo Tanya Kenapa Tak Dilakukan Selama Ini
Rasio Pajak Turun, Prabowo Sebut RI Hilang USD 60 Miliar per Tahun
Isu Kesejahteraan Sosial, Jokowi Kenalkan Dewi Dedi, Sandi Siapkan 7 Langkah
Cek Fakta: Jokowi Sebut Indonesia Kuasai Blok Mahakam, Rokan dan Freeport

(mdk/gil)