Jokowi Minta Pelantikan Presiden Dipercepat, PDIP Nilai Baiknya Hari Kerja

POLITIK | 28 September 2019 16:15 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin pelantikannya bersama Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih dipercepat. Dijadwal awal, pelantikan pada 20 Oktober, namun Jokowi meminta jadi tanggal 19 Oktober.

Hal itu didukung penuh oleh Politikus PDIP Andreas Hugo Pareira. Dia menilai, tak baik jika pelantikan Jokowi-Ma'ruf dilakukan pada hari libur.

"Karena 20 (Oktober) itu hari Minggu," kata Andreas kepada merdeka.com, Sabtu (28/9).

Andreas mengusulkan, pelantikan Jokowi pada hari kerja saja yakni Jumat 18 Oktober. Namun apabila Jokowi minta 19 Oktober, hal itu tak masalah.

"Memang lebih baik kalau pelantikan itu pada hari kerja. 18 Boleh, 19 OK," tambah Andreas.

1 dari 1 halaman

Diungkap Projo

Permintaan Jokowi agar pelantikan dipercepat ini diungkap oleh Ketum Relawan Projo Arie Budi. Hal ini diungkap saat Arie bertemu Jokowi, Jumat 27 September kemarin.

"Pak Jokowi mengusulkan pelantikan maju satu hari," ujar Budi.

Menurutnya, para pendukung Jokowi berbagai unsur dan elemen akan menggelar acara menyambut pelantikan tersebut. (mdk/rnd)

Baca juga:
Jokowi Minta Pelantikan Presiden dan Wapres Dipercepat Sehari
Hasto Klaim PDIP Setia Dukung Presiden Jokowi Terkait UU KPK
Jokowi Tak Segera Keluarkan Perppu, Eks Aktivis 98 Nilai Demo akan Terus Terjadi
Ketegasan Jokowi Hadapi Gejolak Politik Mampu Tingkatkan Kepercayaan Rakyat
Jaksa Agung Nilai Syarat Jokowi Terbitkan Perppu UU KPK Perlu Dikaji
Demo UU KPK Berujung Ricuh, Golkar Yakin Jokowi akan Ambil Langkah Tepat