Jokowi Sebut Sindiran ke Surya Paloh Peluk Sohibul Hanya Candaan

POLITIK | 11 November 2019 23:16 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi berpelukan dengan Ketum NasDem Surya Paloh di acara HUT Partai NasDem. Pelukan itu menjawab bahwa hubungannya dengan Paloh baik-baik saja.

Hal itu merupakan buntut dari sindiran Jokowi soal kemesraan Paloh dengan Presiden PKS Sohibul Iman. Menurut Jokowi, ucapannya tentang rangkulan Paloh dan Sohibul tidak perlu diseriusi.

"Itu biasa, yang curiga aja yang ke mana-mana enggak ada apa-apa. Habis itu paginya sudah ketemu. Jangan interpretasikan sebuah candaan dalam forum kadang-kadang kita juga enggak serius-serius terus," kata Jokowi di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Senin (11/11).

1 dari 1 halaman

Pelukan Paloh-Sohibul untuk Persaudaraan

Menurutnya, pelukan Sohibul dan Paloh tidak ada yang salah bila niatnya persaudaraan dan memperteguh komitmen kebangsaan.

"Artinya memang ya rangkulan, dalam rangka silaturahmi, apalagi sekarang dalam memperteguh komitmen kebangsaan, komitmen persaudaraan komitmen persatuan, komitmen kerukunan," ucapnya.

Dalam sesi wawancara bersama Paloh, Jokowi terlihat sangat cair. Dia menegaskan, pelukannya dengan Paloh tadi sangat erat.

"Tuh kan mesra, kalau tadi rangkulannya jelas lebih erat. Jadi rangkulan beliau ke Pak Sohibul Iman, itu jelas," ucapnya.

Jokowi pun sempat disinggung apakah sudah tidak cemburu kepada Sohibul setelah pelukan dengan Paloh. Dia menjawab hal itu hanya candaan.

"Masa pakai cemburu cemburu kayak orang pacaran saja," pungkasnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Manuver Surya Paloh Bertemu PKS Dinilai Tak Membantu Pemerintahan Jokowi
Pelukan Jokowi dan Surya Paloh Warnai HUT ke-8 Partai NasDem
Soal Bakal Capres NasDem, Ganjar Pilih Urus Kenaikan Iuran BPJS
Jokowi: Urusan Rangkulan Surya Paloh dan Sohibul Iman Hanya Masalah Kecemburuan
Momen Jokowi dan Surya Paloh Berpelukan Erat di Kongres NasDem