Kemendagri: Pilkada Serentak 2020 jadi Tantangan Demokrasi di Masa Pandemi

Kemendagri: Pilkada Serentak 2020 jadi Tantangan Demokrasi di Masa Pandemi
POLITIK | 22 Mei 2020 11:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia, hingga saat ini tak dapat diprediksi keberlangsungannya. Di satu sisi, negara dihadapkan pada kehidupan demokrasi yang tetap berjalan demi menjaga keberlangsungan kedaulatan rakyat.

Oleh karena itu, sikap optimisme menjalankan demokrasi menjadi pilihan di tengah wabah seperti ini. Hal itu pula yang ditekankan Plt. Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar pada Diskusi online yang digagas Badan Saksi Nasional DPP Partai Golkar, Kamis (21/05/2020).

"Bangsa ini memang harus bangkit, bagaimana menjalankan demokrasi di tengah wabah pandemi Covid-19," kata Bahtiar.

Diakuinya, wabah Covid-19 yang melanda global memiliki tantangan khusus yang belum pernah dialami penyelenggara Pemilu di belahan dunia manapun.

"Memang seluruh dunia itu trial dan error, kita belajar dari yang sukses dan dari yang gagal, dan semua negara termasuk penyelenggara Pemilu di seluruh dunia belum punya pengalaman menghadapi Pemilu atau pilkada dalam situasi wabah, oleh karena itu memang pertama kali kita menjadi saksi sejarah dunia, jadi kita sama-sama belajar," ujarnya.

Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 menjadi tantangan demokrasi tersendiri di era ini. Selain menjamin kedaulatan rakyat, pelaksanaan Pilkada juga perlu menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat.

"Prinsipnya Kemenkes siap mendukung sepenuhnya, termasuk mempertajam protokol kesehatan yang akan disiapkan dan bagaimana jajaran kesehatan dan Kemenkes di lapangan lebih kuat mendukungnya. Saya kira kondisi dan syarat itu bisa diatasi," terangnya.

Pemerintah, termasuk penyelenggara Pemilu, ditambah dengan Gugus Tugas Covid-19 secara prinsip siap mendukung pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di 270 daerah. Tak kalah penting, peserta Pilkada termasuk masyarakat memiliki peranan penting untuk terlibat dan patuh dalam protokol kesehatan pada pelaksanaan pesta demokrasi itu.

"Kita harus optimis bahwa kita bisa laksanakan Pilkada ini," pungkasnya. (mdk/ded)

Baca juga:
Pakar Hukum Tata Negara Sebut Pilkada Serentak Berisiko jika Tetap Digelar Tahun Ini
Anggota DPR: Pilkada Serentak Idealnya Digelar Tahun Depan
DPR akan Rapat Bersama Kemendagri dan KPU Bahas Kelanjutan Tahapan Pilkada
Bawaslu Panggil Wali Kota Tangsel Karena Rotasi Pejabat Jelang Pilkada 2020
Sowan ke Balai Muhammadiyah, Gibran Bagikan 200 Paket Sembako untuk Marbut Masjid
JPPR Nilai Parpol Setuju Penundaan Pilkada 2020 untuk Mengukur Kekuatan di 2024

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami