Kesal Tiga Hari Tak Diizinkan Masuk, Massa AMPG Gembok Kantor DPP Golkar

POLITIK | 25 Agustus 2019 11:51 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Massa Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) menyegel pintu gerbang DPP Partai Golkar dengan gembok, Minggu dini hari (25/8). Penyegelan dilakukan karena pengurus dan anggota AMPG kesal tidak diizinkan masuk ke dalam kantor DPP Partai Golkar. Situasi sempat memanas saat massa yang didalam kantor melawan.

"Sudah tiga hari kita berada di luar kantor DPP karena tidak diizinkan masuk ke rumah kita sendiri. Kita menggembok DPP agar yang di luar tidak ada yang bisa masuk lagi dan yang di dalam tidak bisa keluar. Jadi sama-sama adil, tidak ada yang masuk dan keluar," kata Wakil Ketua Umum AMPG Nofel Hilabi lewat siaran pers diterima, Minggu (25/8).

Menurut Nofel, aksinya di pintu gerbang DPP Partai Golkar sempat mendapat perlawanan dari massa yang berjaga di dalam DPP Partai Golkar.

Menurut dia, penggembokan dilakukan agar tidak ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab masuk ke dalam DPP yang ingin memancing di air keruh.

"Kita semua tidak ingin ada kegaduhan di Partai Golkar. Karenanya, kami tidak ingin anarkis," jelas dia.

Bersama massanya, Nofel bertekad menjaga suasana Partai Golkar yang kondusif. Karenanya, dia mengaku kecewa dengan dengan aksi pelarangan AMPG masuk ke kantor DPP Golkar yang dituding diperintahkan oleh Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

"Harusnya sebagai pimpinan, Ketua umum harus mengayomi semua anggota, bukan malah melarang para kadernya masuk ke rumahnya sendiri," kritik Nofel menandasi.

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Menteri Favoritmu, Mana yang Layak Dipertahankan? Klik disini

Baca juga:
Airlangga ke Kader Tak Lolos ke DPR: Anggap Kemenangan yang Tertunda
Airlangga Minta Pendukung Jaga Suara Sampai Munas Golkar
Airlangga Diminta Arif Hadapi Aspirasi Kader Golkar AMPG
Janji Gelar Pleno Golkar, Airlangga Belum Pastikan Soal Waktu
Ketua DPP Golkar: Desakan Munas Dipercepat dari Pihak yang Ingin Tentukan Kabinet
Pengurus Golkar Pastikan Pleno Digelar Usai KPU Tetapkan Anggota DPR Terpilih

(mdk/bal)