Ketua DPP Golkar: Desakan Munas Dipercepat dari Pihak yang Ingin Tentukan Kabinet

POLITIK | 23 Agustus 2019 10:44 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menegaskan tidak ada urgensi menggelar Musyawarah Nasional (Munas) sebelum pelantikan presiden. Ace menuding pihak yang menginginkan Munas dipercepat karena ingin menentukan menteri kabinet.

"Yang mendesak-mendesak supaya Munas sebelum pelantikan Presiden tentu ada maksud dan kepentingan politiknya, yaitu ingin ikut menentukan kabinet. Terlalu kentara syahwat politiknya," ujar Ace kepada wartawan, Jumat (23/8).

Ace menjelaskan, Munas Golkar pada 2004, 2009, dan 2014 selalu digelar pada Desember. Begitu pula dengan Munas 2019 yang direncanakan pada Desember.

Menurutnya, agenda Munas Golkar selalu dilaksanakan setelah semua agenda nasional telah selesai. Termasuk pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

"Kita tahu, penyelenggaraan Munas itu setelah semua agenda nasional telah selesai semua antara lain Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden, termasuk pelantikan Presiden," ujarnya.

Sebelumnya, Asosiasi Muda Partai Golkar (AMPG) mendatangi kantor DPP Golkar. Mereka mendesak rapat pleno segera digelar dan Munas dipercepat.

Munas Golkar mengagendakan pemilihan ketua umum periode baru. Ketua Umum petahana Airlangga Hartarto diprediksi akan mendapatkan saingan terkuat yaitu Bambang Soesatyo. Adapun kubu yang mendesak Munas digelar sebelum pelantikan adalah Bambang Soesatyo.

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Menteri Favoritmu, Mana yang Layak Dipertahankan? Klik disini

Baca juga:
Pengurus Golkar Pastikan Pleno Digelar Usai KPU Tetapkan Anggota DPR Terpilih
Tak Ada Ancaman Apapun, Bamsoet Heran DPP Golkar Dijaga Ketat
Milenial Golkar Yakini Airlangga vs Bamsoet Dinamika Biasa
Ada Mekanisme, Golkar Nilai AMPG Tak Perlu Demo Desak Rapat Pleno
Massa AMPG Masih Bertahan di DPP Golkar, Polisi Tak Bisa Berbuat Banyak

(mdk/ded)