Ketua DPR minta tak ada praktik mahar politik di pilkada serentak

POLITIK | 4 Agustus 2015 10:26 Reporter : Dieqy Hasbi Widhana

Merdeka.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Setya Novanto meminta agar mahar politik antara calon kepala daerah dan partai tak lagi ada di pilkada serentak. Menurut dia, seorang pemimpin haruslah bersih dari praktik-praktik kotor tersebut.

"Tak boleh (mahar politik). Sekarang itu kan semuanya itu di dalam hal Pilkada itu harus betul-betul secara jujur, adil, dan dipilih oleh rakyat," kata ‎Novanto di Kompleks Parlemen DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/8).

Dia menjelaskan, masyarakat kekinian tidak mudah dibodohi. Mereka telah menjadi pemilih yang kritis. Maka dari itu lobi politik dalam Pilkada sebaiknya dihindari.

"Rakyat sekarang ini kan benar-benar mengerti dan mengetahui masalah-masalah yang terbaik buat para pemimpinnya. Jadi sekarang yang paling bagus itu memang harus tidak ada mahar-mahar lagi. Enggak boleh," tuturnya.

Baca juga:

Perppu bumbung kosong di pilkada dinilai berbahaya bagi demokrasi

Bumbung kosong bisa jadi solusi mengatasi calon tunggal pilkada

Haruskah Jokowi mengeluarkan Perppu calon tunggal pilkada serentak?

Marak calon tunggal, politikus PDIP tuding ada pihak buat skenario

Ini laporan resmi pendaftaran peserta Pilkada sampai hari terakhir

Calon Wawali Surabaya yang hilang ternyata mundur karena diminta ibu

Berkas pasangan Dimas-Babai di Pilkada Depok dikabarkan palsu

(mdk/rnd)