Ketua MPR soal Pelantikan Presiden Diundur Sore: Ada Ibadah dan CFD

POLITIK | 9 Oktober 2019 12:17 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)RI akan memundurkan pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Minggu (20/10/2019) dari semula pukul 10.00 WIB menjadi pukul 16.00 WIB.

Ketua MPR Bambang Soesatyo menyatakan jadwal diundur sore itu masih wacana dan masih akan dibahas dalam rapat pimpinan MPR dan Setneg.

"Jadi ini ada wacana, belum," kata Bamsoet di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (9/10/2019).

Bamsoet menyebut alasan kemunduran jadwal itu adalah untuk memberi waktu ibadah bagi umat kristiani dan car free day (CFD).

"Kita ingin mengedepankan toleransi satu karena itu hari libur, hari minggu maka harus tidak boleh ada rakyat kita yang terganggu dalam melakukan ibadahnya, kedua ada car free day kita juga tidak ingin ada rakyat kita yang terganggu melakukan olahraga dalam hal car free day," ujarnya.

Adanya CFD setiap hari Minggu, kata Bamsoet, membuat jalan protokol ditutup dan dikhawatirkan mengganggu kelancaran lalu lintas tamu negara yang akan hadir di pelantikan.

"Kalah itu dilakukan pagi jam 10 maka seluruh jalan protokol, harus ditutup karena kondisi kelancaran dan keamanan bagi tamu negara yang terdiri dari perdana menteri, presiden dan utusan dari negara-negara sahabat kita. Jadi itu pertimbangannya," ucapnya.

Politisi Golkar itu membantah rencana kemunduran waktu pelantikan lantaran alasan keamanan.

"Enggak ada (alasan keamanan). Alasan keamanan adalah tentu tugas keamanan," ia menandaskan.

Baca juga:
MPR Gelar Rapat Bahas AKD dan Pelantikan Presiden
Menebak Formasi Menteri Periode Kedua Pemerintahan Jokowi
Ketum PBNU: Jokowi-Ma'ruf Simbol Kemenangan Nasionalis-Santri
Puan Beri Semangat TNI/Polri yang Berjaga di DPR Hingga Pelantikan Presiden
Bamsoet Undur Waktu Pelantikan Jokowi-Ma'ruf dari Pagi Jadi Sore

(mdk/ded)