Ketum PAN Sebut Jualan Surga dan Neraka Tak Laku Lagi

POLITIK | 7 Desember 2019 15:34 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas memandang partainya harus berfikir pragmatis. Menurut dia sudah saatnya PAN berhenti untuk jualan surga dan neraka dalam politik.

"Berdasarkan diskusi yang panjang publik sekarang perlu pragmatis dalam artian yang positif. Jualan surga dan neraka gak diterima lagi. Ini yang perlu kita diskusikan panjang," ucap Zulhas dalam sambutannya di Pembukaan Rakernas PAN, Jakarta, Sabtu (7/12/2019).

Hal itu kata Zulhas dibuktikan dengan posisi PAN dalam pemilu lalu yang hanya mendapatkan posisi ke delapan. Padahal partai lain yang dituding sebagai partai penista agama justru mendapat suara yang moncer.

Pasalnya, kata Ketum PAN itu, partai tersebut melakukan sesuatu yang berdampak langsung terhadap masyarakat. Terlebih masyarakat berbasis NU dengan menelurkan UU mengenai pesantren.

"Ada temen kita partai satu sahabat kita yang kadang disebut juga penista agama. Tapi karena berbuat sesuatu misalnya yang kita tentang saat itu ada beberapa poin misalnya UU pesantren (akhirnya) suaranya naik," kata Zulhas.

Kata Zulhas publik menginginkan apa yang diperjuangkan PAN membumi. Artinya bisa dirasa oleh masyarakat luas. Bukan jargon kosong belaka.

"Tapi bukti nyata yang bisa diambil manfaat bagi mereka tentu itu yang akan dipilih," ucapnya.

Dalam kesempatan itu Zulhas dan beberapa kader PAN dan pendiri PAN Amien Rais membuka Rakernas PAN ke-5 dengan memukul bedug kecil. (mdk/ded)

Baca juga:
Pendukung Zulhas Teriak 'Lanjutkan', Amien Rais Sebut 'Ini Bukan Partai Kampungan
Zulhas Ingatkan Caketum PAN Tak Saling Hujat, Diyakini Tak Aklamasi
Gelar Rakernas, PAN Matangkan Jadwal Kongres untuk Pilih Ketum Baru
Pengurus DPD PAN Ungkap Diklaim Sepihak Dukung Zulkifli Hasan Jadi Ketum Lagi
Pendiri PAN Ingin Ada Perubahan Kepemimpinan di Partai
Mulfachri Didukung Amien Rais, Zulkifli Hasan Didorong 28 DPW PAN

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.