Ketum PP Muhammadiyah Nilai Pilpres 2019 Seperti Laga 'El Clasico'
POLITIK | 12 Februari 2019 04:01 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengumpamakan Pilpres 2019 seperti laga El Clasico. Laga El Clasico merupakan laga pertandingan dua klub raksasa asal Spanyol yaitu Barcelona dan Real Madrid.

Haedar mengungkap perumpamaan El Clasico ini diambilnya dari kondisi Pilpres 2019. Haedar menyebut jika kedua capres telah pernah bertemu di Pilpres 2014 yang lalu.

Pertarungan di Pilpres 2019 sendiri menjadi semacam partai ulangan dari Pilpres 2014 yang lalu. Haedar mengungkapkan karena menjadi semacam partai ulangan, kondisi ini pun membelah masyarakat.

"Politik sekarang ini membelah. Akibat dari dua pasangan yang ini ulangan dari periode yang lalu. Jadi kayak El Clasico. Karena El Clasico itu, lalu muara menang kalahnya itu tinggi sekali. Partai ulangan itu," ujar Haedar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bantul, Senin (11/2).

Haedar menerangkan, saat ini masyarakat dalam keadaan to be or not to be. Sehingga masyarakat yang mendukung pun menganggap calon yang didukungnya harus menang dan jangan sampai kalah.

Haedar menambahkan kondisi tersebut sangat potensial melahirkan permusuhan. Selain itu rasa benci dan permusuhan ini bisa menjalar dan merugikan kesatuan dan persatuan bangsa.

Haedar pun menerangkan di tengah kondisi masyarakat yang terpecah inilah Muhammadiyah mencoba untuk hadir. Muhammadiyah, disebut mencoba hadir membangun keseimbangan dan kejernihan berpikir.

"Apa yang terjadi, itu situasi potensial untuk ada rasa permusuhan. Rasa saling terancam kebencian dan sebagainya. Muhammadiyah mencoba membangun keseimbangan dan mengajak masyarakat untuk berpikir lebih jernih kontemplatif dan kembali pada ajaran agama yang mengajarkan kedamaian, persaudaraan, kebajikan, nilai-nilai amanah," tutup Haedar.

Baca juga:
Hadiri Pameran Lukisan, Hasto Sebut Seniman Sejak 2014 Dukung Jokowi
Tak Merasa Sindir Mbah Moen, Fadli Zon Tolak Minta Maaf Soal Puisi
Pemeriksaan Ketua PA 212 Dipindah, Polda Jateng Antisipasi Aksi Demo Pendukung
'Sampaikan ke Pak Amien Rais, Muhammadiyah Tak Dukung Nomor 1 atau 2'
TKN soal Muchdi Pr Dukung Jokowi: Orang Dekat Saja Tinggalkan Prabowo Apalagi Rakyat
Balas Jokowi, Gerindra Tegaskan Tak Ikut Teken APBN

(mdk/dan)