Khofifah-Emil menang, Demokrat beri ruang Muslimat NU nyaleg

POLITIK | 17 Juli 2018 18:28 Reporter : Moch. Andriansyah

Merdeka.com - Partai Demokrat mengaku memberi ruang cukup luas kepada seluruh masyarakat dari berbagai kalangan termasuk Muslimat NU, untuk menjadi bakal calon legislatif. Pandangan politik ini diungkap Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Soekarwo saat mendaftarkan 120 Bacalegnya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa (17/7) sore.

"Saya kira, karena partai (Demokrat) ini mengambil keputusan politiknya jalan tengah, yaitu nasionalisme-religius," kata Soekarwo usai pendaftaran.

Menurutnya langkah politik yang diambil partai berlambang Mercy ini menjadi solusi politik nasional. "Saya kira ini solusi, baik memberi ruang besar tentang Pancasila sebagai bagian perjuangan politik kita," tegasnya.

Pakde Karwo, begitu dia biasa disapa, juga mengaku memberi ruang bagi Muslimat NU maju sebagai Caleg dari Demokrat di Pileg 2019. Karena ini sebagai garansi partainya yang telah sukses mengantar Khofifah Indar Parawansa-Emil E Dardak menuju Gedung Grahadi -simbol gubernuran Jatim- di Pilgub Jawa Timur lalu.

Ruang yang diberikan Demokrat untuk kuota perempuan sangat banyak, yaitu 45 persen. "Mereka bukan hanya Muslimat, tetapi organisasi wanita yang lain, masuk. Bahkan seperti guru-guru yang pensiun, kemudian mereka mantan pejuang yang sekarang mendaftarkan semua," aku politikus yang juga gubernur Jawa Timur dua periode ini.

Untuk kuota laki-laki, Soekarwo mengaku banyak dari kalangan birokrat yang maju melalui Demokrat. Seperti Biro Kesra Jawa Timur, Ratnadi Ismaun, Maskur (Kadis Peternakan), Zainal Abidin (Kepala Bappeprov), Nurwiyatno (Inspektorat Jatim) dan banyak lagi.

Sementara terkait target kursi yang ingin diraih partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di DPRD Jawa Timur, Soekarwo mantap mengatakan 15 persen. Bahkan, pasca-sukses mengantar Khofifah-Emil memenangi Pilgub Jawa Timur 2018 lalu, Soekarwo optimis bakal mendapat suara lebih.

Tentu, suara tersebut berasal dari Muslimat NU. Alasannya, Demokrat sukses mengantar Ketum PP Muslimat NU menjadi gubernur Jawa Timur.

"DPP (Demokrat) menetapkan 15 persen, tetapi melihat perkembangan baru (pasca-kemenangan Khofifah-Emil), saya kira lebihlah. Pesimisnya di atas 15 persen," katanya yakin. (mdk/eko)


Kejutan-kejutan jelang pendaftaran capres
Didampingi Pramono Edhie, Sekjen Demokrat daftar bakal calon legislatif di KPU
Eggi Sudjana soal kabar Kapitra Caleg PDIP: Biar Allah yang membalas
Hanura daftar bakal calon legislatif di KPU
OSO: Yang brengsek enggak usah maju jadi caleg
Pimpinan KPK doakan Johan budi yang jadi caleg PDIP bawa perubahan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.