Khofifah Menolak, Emil Dardak Malu-malu Diminta Pimpin Demokrat Jatim

POLITIK | 14 Agustus 2019 15:57 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo atau Pakde Karwo, mengundurkan diri dari posisi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jatim. Sejumlah nama pun disebut-sebut berpotensi menggantikan Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo, untuk memimpin partai berlambang mercy itu di Jatim.

Dua nama yang muncul saat ini adalah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak.

Sekretaris DPD Demokrat Jatim Renville Antonio, tidak membantah ketika dikonfirmasi mengenai munculnya dua nama tersebut. Apalagi, dua nama tersebut saat ini tengah menduduki jabatan strategis seperti Pakde Karwo sebelumnya.

"Banyak figur, di antaranya memang ada Gubernur dan Wagub Jatim yang saat ini," katanya, Rabu (14/8).

Dia menegaskan, kedua figur ini dianggap cocok untuk menggantikan Pakde karena memiliki nilai ideal bagi Partai Demokrat layaknya Pakde Karwo sebelumnya.

Apalagi, baik Khofifah maupun Emil saat ini diketahui bukan merupakan anggota partai manapun. Maka baginya sah-sah saja bila keduanya dicalonkan untuk memimpin Demokrat Jatim ke depannya.

"Kita berharap beliau-beliau bisa ikut bergabung di partai Demokrat," tambahnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Khofifah pun memberikan sinyal penolakan secara halus. Ia beralasan, dirinya ingin menjadi bagian dari seluruh elemen strategis yang ada di Jatim.

"Oh gini, saya tentu mengucapkan terima kasih, tetapi saya ingin menjadi bagian dari seluruh elemen strategis di Jawa Timur. Jadi saya rasa banyak kader partai Demokrat yang memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif. Saya sebaiknya menjaga equidistant, menjaga jarak, yang sama dengan seluruh elemen strategis. Apakah partai apakah perguruan tinggi apakah ormas dan tentu adalah elemen strategis lainnya jadi. Tentu saya menyampaikan terima kasih," ujar Khofifah.

Disinggung mengenai Wagub yang juga berpotensi untuk menggantikan posisi Pakde Karwo di Partai Demokrat? Ia pun menyatakan siap untuk mendukungnya.

"Pak Wagub menjadi bagian yang dipromote dan untuk beliau, saya siap mendukung," katanya.

Terpisah, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak mengaku belum melakukan pembicaraan apapun terkait Partai Demokrat Jatim tersebut. Ia mengatakan, dirinya ingin fokus menjalankan tugas sebagai wakil gubernur. Apalagi, persoalan itu masih dianggapnya sebagai wacana.

"Saya masih fokus menjalankan amanah di eksekutif dari koalisi termasuk Partai Demokrat. Sampai saat ini belum ada komunikasi (dengan Partai Demokrat)," katanya saat di Kantor DPRD Jatim.

Namun pada prinsipnya, ia menegaskan masih ingin bersinergi dengan seluruh elemen partai koalisi yang mengusung dirinya bersama Khofifah saat Pilkada Jatim 2018 dulu, termasuk Partai Demokrat.

"Kita jalankan sebaik-baiknya, kita bersinergi dengan seluruh elemen koalisi, juga keluarga besar Partai Demokrat," tegasnya.

Baca juga:
Pakde Karwo Mundur dari Ketua DPD Demokrat Jatim
Golkar Yakin Demokrat akan Beri Kontribusi jika Gabung Koalisi Jokowi
Demokrat Bidik Kursi Menteri Sosial untuk AHY
Wasekjen PDIP: Tak Ada yang Salah Apabila Demokrat Mau Gabung Pemerintah
SBY: Mohon Doa Agar Ibunda Kami Siti Habibah Diangkat Segala Penyakitnya
Impian Demokrat Duduk di Kursi Pemerintahan
Bantah NasDem, Demokrat Tegaskan Dukungan ke Jokowi Tanpa Syarat

(mdk/rnd)