Kisah Dokter Desa dengan Dasi Pinjaman Jadi Menteri Kesehatan

POLITIK | 10 Oktober 2019 06:50 Reporter : Ramadhian Fadillah

Merdeka.com - Perbincangan soal calon-calon menteri kabinet Presiden Jokowi tengah ramai dalam politik nasional. Siapa saja yang akan dipilih di kabinet periode kedua ini?

Ada kisah menarik soal bagaimana Presiden Soekarno memilih menteri. Dia memilih seorang dokter desa untuk menduduki posisi menteri kesehatan.

Pria itu adalah Johannes Leimena. Soekarno mengenalnya ketika perang.

"Kami pernah berjumpa sebentar di masa perang, ketika dia mengobati sakit kepalaku. Lalu saat Indonesia merdeka, saat aku berkunjung ke kotanya sebentar," kata Soekarno.

Sederhana saja perkataan Soekarno. "Begini, aku ingin engkau menjadi menteri," katanya pada Leimena.

Maka jadilah Leimena menteri muda kesehatan Republik Indonesia tahun 1946.

1 dari 3 halaman

Menteri Bhinneka Tunggal Ika

Johannes Leimena adalah seorang Kristen dari Maluku. Soekarno menilai hal ini cocok sebagai perwujudan Bhinneka Tunggal Ika dalam kabinetnya.

Tak cuma itu, Leimena dikenal Soekarno sebagai pria paling jujur yang pernah dikenalnya. Soekarno mengandalkan intuisinya saat bertemu Leimena, dan ternyata hal itu benar.

"Dia sejujur Yesus dari Nazareth," kata Soekarno dalam biografinya Penyambung Lidah Rakyat yang ditulis Cindy Adams.

2 dari 3 halaman

Menteri Dengan Dasi Pinjaman

Soekarno menggambarkan Leimena saat itu bukanlah orang berada. Di zaman Jepang, dia cuma punya satu pakaian dalam.

Setelah kemerdekaan, Leimena harus menghadiri sebuah acara diplomatik mewakili Indonesia. Dia tak punya pakaian selain dua kemeja. Jika yang satu dicuci, yang satu dipakai. Leimena juga tak punya dasi.

"Untuk menghadiri resepsi resmi, dia meminjam dasi dari seorang kawan," kata Soekarno.

Leimena menambahkan, dia juga tak punya jas. Untung teman satu kamar, ukurannya tak jauh berbeda. Dia mengenakan jas itu walau tak pas benar di badan.

"Aku hanya memakainya selama beberapa jam. Jangan kuatir. Aku tidak akan bikin malu negara kita," kata Leimena.

3 dari 3 halaman

20 Tahun Jadi Menteri

Dokter Leimena mencatat sejarah sebagai satu-satunya orang yang menjadi menteri selama 20 tahun tanpa terputus di era Soekarno. Dia menjadi menteri di 18 kabinet yang jatuh bangun saat itu. Melewati era demokrasi liberal hingga demokrasi terpimpin. Mulai dari Kabinet Sjahrir hingga kabinet Dwikora III sebagai Wakil Perdana Menteri. Leimena juga memperoleh gelar Laksamana Madya Tituler dari TNI AL.

Setelah Presiden Soekarno digantikan Soeharto. Leimena mengundurkan diri. Namun dia masih dipercaya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA), hingga tahun 1973.

Tahun 2010 Pemerintah Indonesia memberikan gelar Pahlawan Nasional pada Johannes Leimena.

Catatan Redaksi:

Selama Bulan Oktober ini kami persembahkan tulisan tematik Bulan Para Presiden. Merdeka.com akan mengangkat kisah-kisah menarik dan cerita di balik sosok para presiden RI. Mulai dari Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati, SBY hingga Jokowi. Termasuk cerita mereka dengan para menterinya.

Semoga menginspirasi dan memberi banyak pelajaran untuk dipetik. Mencontoh yang baik dan memperbaiki yang buruk, demikian harapan kami. Selamat membaca. (mdk/ian)

Baca juga:
Penerjun Pertama TNI AU Imanuel Nuhan Meninggal Dunia
Cerita Hafidh, Anak Penjual Mainan Peraih Nilai 100 di Semua Mata Pelajaran UN
Ini Akhir Dramatis Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya
Ini pidato Bung Tomo yang membakar semangat rakyat Surabaya 10 November 1945
Kisah heroik pemuda Korea bertempur membela kemerdekaan Indonesia
Kisah Timnas Sepakbola Indonesia jadi juara Asia & tahan Uni Soviet