Koalisi PDIP-Gerindra: Pilih Prabowo-Puan atau Ganjar-Sandi?

Koalisi PDIP-Gerindra: Pilih Prabowo-Puan atau Ganjar-Sandi?
Ganjar-Sandi. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 14 Juni 2021 12:51 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Pengamat Politik LIPI Aisah Putri Budiarti mengatakan, peluang duet Ganjar-Sandi untuk Pilpres 2024 cukup berat. Setidaknya, dalam konteks untuk diusung partai masing-masing. Meskipun keduanya punya modal elektabilitas yang tinggi jika digabungkan.

Meskipun demikian, dia mengatakan, dua orang ini memang calon potensial. Namun soal kemungkinan diusung amat ditentukan oleh situasi dan dinamika menjelang pilpres nanti.
Namun jika melihat situasi saat ini, maka dua-duanya merupakan kader partai. Sandi merupakan kader Gerindra. Sedangkan Ganjar dari PDIP.

"Peluang duet Gerindra dan PDIP di Pilpres kemungkinan besar terjadi kalau melihat kedekatan yang ditampakkan Mega dan Prabowo belakangan ini," kata dia ketika dihubungi, Senin (14/6).

Namun, lanjut dia, walaupun PDIP dan Gerindra akhirnya sepakat berkoalisi, nama kandidat belum tentu Sandi dan Ganjar. "Mengingat masih ada nama kuat lain yang berpeluang, misalnya Prabowo dari Gerindra dan Puan dari PDIP," urainya.

Dia menjelaskan, survei elektabilitas memang bisa menggambarkan pandangan publik hari ini. Namun, saat ini masih 3 tahun dari 2024. Ada banyak hal yang menentukan nasib Ganjar dan Sandi ke depan.

"Misalnya kinerja mereka berdua di posisi pemerintahan saat ini. Elektabilitas bisa menguat dan juga melemah," ungkap dia.

Dari ruang lingkup tugas, Ganjar memang potensial menarik simpati masyarakat di Jawa. Sementara, Sandi sebagai menteri yang memiliki tanggung jawab lebih luas bisa meraup pasar konstituen di Jawa dan luar Jawa ke depannya.

"Tapi, lagi-lagi peluang ini bisa terjadi kalau kerja mereka baik di posisinya saat ini," tandas dia.

Ganjar-Sandi Melengkapi

Dalam survei Litbang Kompas, Litbang Kompas punya hasil penelitian. Setidaknya ada satu tokoh kuat yang cocok bersanding dengan Ganjar Pranowo di medan pertarungan 2024. Analisis ini berdasarkan latar belakang dukungan.

Nama paling kuat jatuh pada Sandiaga Salahudin Uno. Dia dinilai bisa melengkapi Ganjar dari berbagai faktor. Pertama, 51,1 persen pemilih Sandiaga adalah wanita. Berbeda dengan Ganjar yang mayoritas didukung laki-laki. Angkanya 59,1 persen.

infografis pemilih ganjar dan sandi
©2021 Merdeka.com/djoko purwanto

Sandiaga juga didukung 44,4 persen responden usia di bawah 23 tahun. Ganjar punya kelemahan pada kategori ini. Pemilih Ganjar kebanyakan di usia 40 sampai 60 tahun.
Dari sisi domisili, 62,2 persen pemilih Sandiaga berasal dari luar Jawa. Cukup melengkapi Ganjar yang kuat dukungan pemilih dari Pulau Jawa.

Dilihat berdasar kategori kelompok suku, pemilih Sandiaga lebih beragam. Yakni 39,5 persen dari Jawa, 14,0 persen Sunda, 20,9 persen Melayu dan 25,6 persen lainnya. Sementara untuk Ganjar, 85,9 persen pendukung berasal dari suku Jawa.

infografis pemilih ganjar dan sandi
©2021 Merdeka.com/djoko purwanto

Dari dukungan partai politik, Sandiaga cenderung melengkapi kekurangan Ganjar Pranowo. Sandi didukung 11,1 persen pemilih PKS, 15,6 persen Demokrat, 17,8 persen Gerindra, 8,9 persen Golkar, 4,4 persen NasDem, dan 2,2 persen PPP serta 8,9 persen PDIP. Terakhir yang juga mencolok, Sandiaga didukung 44,4 persen responden yang merasa tak puas dengan kinerja pemerintah Jokowi.

Peluang Prabowo-Puan

Parameter Politik Indonesia mensimulasikan pertarungan calon presiden. Menariknya, pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani, kalah dengan pasangan Anies-AHY.

Parameter Politik Indonesia dalam surveinya membuat empat skenario pertarungan pasangan calon.

Prabowo-Ganjar disimulasikan menghadapi Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Hasilnya, Prabowo-Ganjar menang tipis dari Anies-Sandi. Prabowo-Ganjar dipilih responden sebesar 35,7 persen, Anies-Sandi mendapatkan 32,1 persen. Namun masih ada 32,2 persen yang ragu/tidak menjawab.

"Prabowo berpasangan dengan Ganjar Pranowo melawan Anies-Sandi agak ketat persaingannya," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno saat rilis survei secara daring, Sabtu (5/6).

Sementara, Prabowo dipasangkan dengan Puan disimulasikan melawan pasangan Anies dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Prabowo-Puan kalah dari pasangan Anies-AHY dengan perolehan 21,8 persen. Anies-AHY mendapatkan suara 35,9 persen. Responden tidak menjawab/ragu 42,3 persen.

"Kalau head to head Anies-AHY vs Prabowo-Puan maka unggul sementara pasangan Anies-AHY, Prabowo-Puan agak sedikit ketinggalan," kata Adi.

prabowo puan saat pertemuan di teuku umar
©2021 Merdeka.com

Parameter juga membuat skenario Puan dipasangkan dengan Anies. Seperti yang diusulkan politikus PDIP Effendi Simbolon. Disimulasikan Puan-Anies melawan Prabowo-Sandi. Hasilnya Puan-Anies kalah dengan perolehan suara 25,1 persen melawan Prabowo-Sandi 37,7 persen.

"Duet Puan-Anies andai lawan Prabowo-Sandi angkanya lumayan sedikit bersaing, artinya ketika Puan disandingkan dengan Anies-Baswedan elektabilitasnya bisa diperhitungkan 25,1 persen," jelas Adi.

Elektabilitas Puan cukup anjlok saat dipasangkan dengan AHY pada skenario melawan Prabowo-Anies. Puan-AHY hanya 13,9 persen melawan Prabowo-Anies 43,8 persen. Sementara yang belum memilih 42,3 persen.

Survei Parameter Politik Indonesia memiliki sampel sebanyak 1.200 responden. Survei ini dilakukan melalui wawancara telepon pada 23-28 Mei 2021. Survei memiliki margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (mdk/rnd)

Baca juga:
Gerindra Tegaskan 100 Persen Dorong Prabowo di Pilpres 2024
Pengamat: Ganjar-Sandi Mampu 'Beli' Kendaraan Politik Demi Maju 2024
LIPI: Parpol Krisis Kader, Ganjar Berpeluang Maju Capres Bukan dari PDIP
Politikus PDIP: Prabowo Tokoh Paling Mudah Dapatkan Tiket Capres 2024
Ganjar - Sandiaga di Lintasan 2024
Tren Elektabilitas Naik, PSI Optimis Lolos ke Senayan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami