Komisi II DPR: Mayoritas Fraksi Tak Mau Ambang Batas Capres Nol Persen

Komisi II DPR: Mayoritas Fraksi Tak Mau Ambang Batas Capres Nol Persen
POLITIK | 7 Juni 2020 14:03 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustofa mengatakan rata-rata fraksi setuju adanya ambang batas batas pencalonan presiden. Saan mengatakan, mayoritas fraksi tidak mau ambang batas presiden nol persen dalam RUU Pemilu.

"Rata-rata semua fraksi tidak mau presidential threshold nol persen kalau ada dia mengurangi thresholdnya," kata Saan dalam diskusi daring, Minggu (7/6).

Saan mengatakan, ada beberapa fraksi yang mendukung ambang batas pencalonan presiden tetap 20 persen dengan suara sah 25 persen di nasional. Namun, dia tidak mengungkap mana saja fraksi yang mengusulkan hal tersebut.

"Jadi ada yang tetap ingin 20 persen parlemen dan 25 persen dari suara sah nasional," kata politikus Nasdem ini.

1 dari 1 halaman

Selain itu, ada juga fraksi yang menginginkan ambang batas dikurangi. Misalnya ditetapkan menjadi minimal 10 persen dengan suara sah nasional 15 persen.

"Tapi juga ada yang menginginkan presiden threshold berubah. Minimal 10 persen parlemen dan sekitar 15 persen suara sah nasional," kata Saan.

Baca juga: (mdk/rnd)

Ambang Batas Parlemen: Golkar & NasDem Dukung 7%, PDIP Minta Berjenjang
Parpol Non Parlemen Kompak Tolak Draf Revisi UU Pemilu
Komisi II DPR Targetkan RUU Pemilu Selesai 2021
PAN Kritik Sistem Proporsional Tertutup dalam RUU Pemilu
Refly Harun Anggap Presidential Threshold Bikin Pilpres Tidak Menarik

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Gerak Cepat Jawa Barat Tangani Corona - MERDEKA BICARA with Ridwan Kamil

5