Komisi II tagih penjelasan BPK dan KPU soal hasil audit pemilu 2014

POLITIK | 22 Juni 2015 12:01 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat, Rambe Kamarulzaman mengatakan pihaknya akan memperjelas hasil audit Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dilakukan oleh badan Pengawas Keuangan (BPK) atas permintaan DPR. Sebab dalam laporan tersebut, terdapat perbedaan hasil audit.

"Pertama kita melakukan rapat ingin menyampaikan sejauh mana tindak lanjut BPK dan KPU terhadap audit BPK itu sendiri. Beberapa hari lalu sudah ada penjelasan dari BPK katanya sudah 34 persen, ada juga dari KPU sudah 75 persen. Ada beda pendapat, makanya mau kita klarfikasi," kata Rambe di gedung DPR RI, Senin (22/6).

Oleh karena itu, Rambe menegaskan klarifikasi perbedaan hasil pemeriksaan ini akan ditindaklanjuti. "Oleh karena itu kita nanti kesimpulannya tunggu saja, jelas harus ditindaklanjuti, bagaimana tahapan," imbuhnya.

Meski begitu, Rambe meyakinkan bahwa masalah ini tidak akan menunda pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada Desember mendatang. Dia menambahkan, setelah ini juga akan dilaksanakan rapat gabungan antara Komisi II dan Komisi III mengenai persiapan pelaksanaan pilkada.

"Bagaimana tahapanannya, kita juga sepakat pilkada serentak jalan. Komisi II sudah melakukan rapat mengenai audit KPU akan kita tindak lanjuti. Kita malah mau tegakkan kita tunjukan bahwa KPU kita sekarang begini. Kalau sudah bersih sudah pas, ya pas," imbuhnya.

Baca juga:

Penyimpangan dana pemilu Rp 334 M, ketua Bawaslu enggan komentar

Dampak kerugian Pemilu 2014 berujung ditundanya pilkada serentak?

JK sebut temuan BPK rugi Rp 34 M di Pemilu 2014 belum tentu korupsi

Negara rugi Rp 34 M saat Pemilu 2014, KPU soroti pihak ketiga

Negara rugi besar di pemilu 2014, integritas KPU dipertanyakan

Komisi II minta penjelasan KPU soal Pemilu 2014 rugi sampai Rp 34 M

Pemilu 2014 rugi Rp 34 M, Komisi II pelototi penyelenggaraan pilkada

(mdk/bal)

TOPIK TERKAIT