Komisi III Nilai 40 Capim KPK Sudah Wakili Pemangku Kepentingan

POLITIK | 21 Agustus 2019 20:10 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Anggota DPR Komisi III DPR Arsul Sani menilai 40 Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi sudah mewakili pemangku kepentingan pemberantasan korupsi. Adapun 40 orang tersisa merupakan yang lolos mengikuti seleksi hingga tahapan profile assessment.

Arsul mengatakan kandidat yang tersisa kini sudah memenuhi harapan Komisi III DPR. Sebab, terdapat unsur KPK, polisi, kejaksaan, hakim, advokat, auditor, akuntan, hingga akademisi.

"Sejauh ini kami yang di Komisi III melihat bahwa Pansel (Capim KPK) bekerja 'on track'. Dari 40 nama yang lolos juga mewakili para pemangku kepentingan pemberantasan korupsi yang luas," ucap Asrul Sani saat dikonfirmasi, Rabu (21/8).

Dia berharap nantinya pimpinan KPK periode 2019-2023 dapat mencerminkan tiga unsur penegak hukum, yakni polisi, jaksa dan hakim. Selain itu, dia ingin akademisi, praktisi, penggiat anti korupsi, ahli keuangan negara, akuntan, atau manajemen keuangan juga masuk jajaran Komisioner KPK.

"Saya berharap pimpinan KPK mencerminkan ketiga unsur penegak hukum tersebut (Polri, Kejaksaan, Hakim), ditambah akademisi, praktisi, penggiat anti korupsi, ahli keuangan negara, akuntan, manajemen keuangan," jelas Sekjen PPP itu.

Menurut dia, DPR akan menunggu 10 nama capim KPK yang nanti dikirim oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Dia berharap komposisi 10 capim KPK yang dikirim DPR mewakili berbagai pemangku kepentingan dalam pemberantasan korupsi

"Yang mengerti hukum materil maupun hukum acara tipikor. Sehingga performance KPK akan lebih baik di masa datang," kata Asrul.

Pansel Capim KPK sendiri akan mengumumkan hasil seleksi tahap profile assessment pada Jumat 23 Agustus 2019. Pansel berharap nantinya ada 20 capim KPK yang lolos dalam seleksi tersebut.

"Diharapkan sekitar 20-an capim yang bakal lolos," ucap anggota Pansel Capim KPK Hendardi kepada wartawan, Selasa 13 Agustus 2019.

Adapun tes profile assessment ini bertujuan untuk menggali potensi kepemimpinan para capim KPK. Selain juga profesionalisme dan tingkat stres yang dimiliki.

Setelah nama-nama capim yang lolos profile assessment diumumkan, para kandidat akan mengikuti seleksi berikutnya yaitu wawancara dan uji publik. Rencananya, tes tahap akhir tersebut akan dilangsungkan pada 26 hingga 30 Agustus 2019.

Setelah itu, Pansel akan menyerahkan 10 nama capim KPK terbaik kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada awal September 2019. 10 nama itu kemudian akan dikirim ke DPR untuk fit and propper test.

Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Menteri Favoritmu, Mana yang Layak Dipertahankan? Klik disini

Baca juga:
DPR Pastikan Seleksi Capim KPK Berjalan Profesional, Bukan Titipan
NasDem Harap Uji Kelayakan 40 Capim KPK Dilakukan DPR Periode 2014-2019
Masinton Harap Pansel KPK Hasilkan Capim yang Bisa Berkolaborasi dengan Penegak Hukum
Ahli Hukum Nilai Capim KPK dari Polri Berpengalaman
Sudah Teruji, Sosok Polisi Dinilai Tepat Pimpin KPK

(mdk/eko)

TOPIK TERKAIT